RSS Feed

Sebuah Kisah “Asal-usul Sebuah Kehidupan” (part 2)

Malaikat Azazil

Malaikat Azazil

 

Diawal-awal tahun jin beserta keturunannya hidup di bumi, masih “sadar” akan tugasnya, namun setelah tahun mencapai angka yang membuat jin terlupa, membuat jin akhirnya pongah, membuat jin akhirnya menjadi nakal. Meski Allah telah mengirim utusan sebagai peringatan(nabi-nabi dari bangsa jin) tetap saja jin mokong kepada Tuhannya.

Gusti Allah pun akhirnya gak kedugo melihat tingkah laku anak cucu beserta keturunan jin yang seperti itu. Pada suatu waktu Tuhan mengumpulkan malaikat Jibril, malaikat Mikail, malaikat Isrofil, dan malaikat Izroil.

Tuhan bersabda: “wahai Jibril, Aku sudah cukup melihat kenakalan-kenakalan jin beserta keturunannya, dari pada nanti mereka menyesaki neraka, maka Ku perintahkan kalian untuk mem – peceteti semua jin yang ada, mem – pitesi jin jin yang beranak pinak di bumi.”

“siap Gusti…”

Dan di waktu itulah menjadi kiamat bagi jin jin yang hidup di bumi, semua bala tentara malaikat dikerahkan menuju bumi, semua jin di peceteti, di pitesi, dikejar kejar hingga ujung bumi. Mereka berhamburan seperti kapas yang tertiup angin, meski begitu Allah berkehendak dengan Kehendak-Nya untuk tetap membiarkan hidup beberapa jin yang tersisa, mereka ialah sisa sisa jin yang bersembunyi di got got, di dalam lemari lemari sehingga malaikat melewatkan kesempatan untuk menyapu bersih, dan merekalah yang hidup dan beranak pinak hingga masa kini.

Pada waktu yang bersamaan dengan peristiwa tersebut, Tuhan membuat skenario aneh yang bahkan para malaikat sendiri tiada tahu apa isi dari skrip skenario tersebut, meski mereka menjadi salah satu pemeran penting didalamnya, namun semua itu tertuang di dalam Alquran Alkarim.

Di skenario aneh tersebut diceritakan, bahwa saat malaikat Jibril menunaikan tugasnya untuk mencabut nyawa jin, Jibril menemukan bayi jin yang sangat imut, menggemaskan. Umurnya kira kira 1,5 tahun umur bayi manusia sebab bayi jin itu masih mbrangkang, dan hanya bisa bilang “mamama” dan “papapa”.

“Hei Mikail, Isrofil, aku menemukan bayi jin yang nggemesi, aku ora tego mitesi cah bayi iki, ayo dibawa pulang” kata Jibril.

“Wahai kang Jibril, Gusti Allah loh mboten ngutus untuk berbuat seperti ini”

“tidak apa apa, ayo kita ramut bayi jin ini, Gusti Allah kan Maha Ngapuro?” jawab jibril.

Di dalam Alquran Allah mengatakan tentang peristiwa tersebut:

Kana minal jinni fafasaqoh an amri robbi…

 

Beberapa tahun kemudian, bayi jin yang diasuh oleh Jibril beranjak dewasa, jin ini diberi nama malaikat Azazil, sebab ia tumbuh dilingkungan malaikat, diasuh malaikat, dan tingkat kecerdasannya begitu nampakmelebihi kecerdasan malaikat yang lain.

Ada sebuah budaya turun temurun di lingkungan alam malaikat, bahwa barangsiapa yang kecerdasannya melebihi yang lain, maka malaikat tersebut akan diangkat menjadi “presiden” nya para malaikat. Setiap waktu Malaikat Azaziltrack recordnya semakin menanjak, dan seperti yang Jibril prediksi, pada akhirnya Azazil menduduki jabatan tersebut.

Ada sebuah fasilitas istimewa yang ditawarkan Allah ketika siapapun malaikat yang menjabat sebagai presidennya para malaikat, yaitu bisa bertempat tinggal di surga. Saat akan memasuki surga, Malaikat Azazil diberi wejangan oleh Allah:

“wahai Azazil, engkau boleh tinggal di surgaku, berbuatlah sesukamu, tapi harus selalu kau ingat satu perkara….”

nopo Gusti??”

”Jangan Sombong! Meski kau telah menjadi presiden dari para malaikat dan telah incip kenikmatan surga, jangan sekali kali sombong menyelimuti! Kalau tidak, neraka akan menjadi tempatmu nanti”

“Duh Gusti, ngampunten… neraka itu seperti kampung halaman saya, siap laksanakan Gusti!”

Masa berganti, memutar menurut perintah Ilahi, dan apa yang menjadi kekhawatiran Allah terbukti, Azazil mulai sombong, sifat itu tercemin didalam sikapnya.”

Allah mengatakan kepada Jibril untuk memberi peringatan kepada Azazil,

“Wahai Jibril, Tulislah sebuah kalimat di semua pintu surga, bahwa Aku sangat tidak suka dengan siapa saja yang sombong!”

sendiko dawuh Gusti….”

Dibeberapa riwayat mencatat, pintu pintu surga bertuliskan sebuah kalimat:

Anti haraamun ‘alaa kulli mutakabbirin… (undang undang ini berlaku hingga sekarang)

Namun undang undang yang baru di tetapkan oleh Allah tidak digubris oleh malaikat Azazil, ia tetap saja angkuh dan sombong, hingga membuat Jibril bertanya kepada Tuhannya.

Allah menjawab: “Jin Aku ciptakan dari api neraka yang sangat panas, pantas saja mereka nggelibet gak karuan saat ditempatkan di bumi”

Nggeh Gusti…”

maka Aku harus menciptakan makhluk baru calon penghuni surga yang bahan dasarnya dari bumi”

Jibril mendengarkan tawadu’

“Wahai jibril, tolong Aku ambilkan – sak cawukan saja, tubuh bumi agar Aku bisa menciptakan makhluk baru nanti”

Nggeh Gusti..

“Tapi ingat satu hal Jibril, ketika kau mengambil, pastikan bahwa bumi ridho, jangan sampai apa yang kau ambil membuat bumi jengkel, sebab akan berpengaruh pada ciptaanKu nanti’

Seketika itu juga Jibril turun, menembus surga, menembus neraka, menembus padang makhsar, menembus langit-langit, hingga sampai ke bumi. Setelah memberi salam, Jibril berkata:

“wahai bumi, aku diperintahkan oleh Allah untuk mengambil – sak cawukan, dari tubuhmu, untuk dijadikan calon penghuni surga, yang terlebih dahulu diuji dibumi, apakah engkau berkenan bumi?”

Ngampunten malaikat Jibril, saya mau bertanya terlebih dahulu, ketika makhluk yang kelak tercipta tidak lulus ujian dari Allah, hukuman apa yang akan ia terima?”

“makhluk tersebut akan masuk neraka mi bumi…” Jawab Jibril

“ya Allah… nek ngunu aku emmoh malaikat, aku ndak mau jika pada akhirnya ada yang masku neraka,” bumi mulai nangis kelongkongan.

Malaikat jibril tidak tega melihat bumi menangis seperti itu, meski beruang kali di rayu, tetap saja bumi tidak mau, dan akhirnya Jibril menyerah, ia kembali menghadap Gusti Allah dan berkata: “Nyuwun agunge pangamputen Gusti… saya tidak berhasil membujuk bumi untuk merelakan sebagian tubuhnya”

“jadi engkau tidak berhasil menunaikan satu perintahKu ini, Jibril?”

ngampunten Gusti, saya tidak tega melihat bumi nangis kelongkongan.

Akhirnya malaikat jibril mendapat SP1 (surat peringatan) oleh Allah, Jibril dihukum untuk mengemban tugas menjadi pengatur utusan yang kelak bertugas di bumi. Lalu Allah mengutus malaikat lain, ialah malaikat Mikail, ia mendapat tugas yang sama seperti Jibril, mengambil sebagian dari tubuh bumi untuk dijadikan makhluk baru oleh Allah. Namun sayang, Mikail pun gagal menunaikan tugas.

“engkau juga tidak berhasil menunaikan perintahKu mikail? Maka kau harus dihukum pula seperti Jibril, Ku perintahkan kau menjadi mentri ekonomi yang akan dihuni di bumi nanti”

Malaikat Mikail medapat kartu kuning dari Gusti Allah, ia seperti malaikat Jibril, gak tegoan . lalu malaikat Isrofil diperintahkan dengan tugas yang sama, ia pun gagal juga. Akhirnya Tuhan bersabda;

“Wahai fil isrofil… pegang trompet ini, dan bersiap siaplah untuk meniup. Aku tugaskan engkau meniup terompet, tiupan pertama akan membuat semua makhlukKu mati, tiupan kedua akan membuat semua makhlukKu hidup kembali”

Begitulah Malaikat Isrofil, ia akan terus ber pose siap-siap untuk meniup terompet hingga waktu yang telah Allah tentukan nanti.

Lalu malaikat lain muncul, ia seperti orang Afrika, perawakannya tinggi bersar, hitam legam, brengos nya menjuntai kemana mana, malaikat itu bernama Izroil.

“Wahai malaikat Izroil,”

sendiko dawuh Gusti…” suara berat menggema.

Allah memerintahkan hal yang sama kepada malaikat Izroil, dan ketika sampai ke bumi malaikat izroil berkata:

“Hei bumi, aku diperintahkan Tuhanmu untuk mengambil tubuhmu – sak cawukan, untuk dijadikan makhluk baru calon penghuni surga” suara berat menggema dari timur ke barat.

“emmoh malaikat, nek emmoh yoh emmoh, ojok dipekso loh…” bumi nangis kelongkongan

Gak ngurus! kalau tidak mau aku tetap mengambil tubuhmu, mending aku dipisuhi dirimu mi bumi, dari pada harus dipisuhi Gusti Allah” Izroil semakin medeni.

Bumi nagis gulung gulung saat Izroil mengambil tubuhnya secara paksa, Malaikat izroil tidak perduli lagi dengan kondisi bumi yang sedang galau tingkat alam semesta, sebab bagi Izroil Allah lah satu satunya yang ia takutkan, Allah lah Hyang Maha Medeni.

Malaikat Izroil menyerahkan tubuh bumi kepada Allah, namun ia terlupa satu pesan saat Tuhan bersabda:

“Apakah bumi rela saat tubuhnya diambil olehmu il izroil?”

mboten Gusti.. kulo memaksa ketika mengambilnya.”

“jadi kamu tegoan ya izroil?”

nggeh Gusti, mending saya dipisuhi bumi dari pada harus dipisuhi Panjenengan”

kalau begitu kamu Aku hukum, menjadi petugas malaikat pencabut nyawa.”[1]

”nggeh pun Gusti.”

Allah pun menciptakan makhluk baru dari bumi, yang kita kenal sebagai bapak dari segala umat manusia, ialah Nabi Adam, manusia pertama yang tercipta. Mulai dari sini, sekenario aneh Tuhan mencapai titik klimaks, Allah berencana untuk menggulingkan Malaikat Azazil yang semakin sombong dengan jabatan serta fasilitas yang telah ia terima.

Tuhan bersabda:

“wahai para malaikat, sudah lama tiada pergantian pengurus di tubuh organisasi malaikat. Aku ingin mengadakan MUBES dihari jum’at esok dan mencari pemimpin baru untuk para malaikat.”

Semua malaikat mafhum dengan perintah Tuhannya, maka mereka belajar apa saja yang telah Allah ajarkan, berlomba lomba mengasah kecerdasan, malaikat Azazil sombong, dan merasa bahwa pasti ia akan terpilih lagi nantinya.

[1]Menurut tafsir, jika tugas pencabut nyawa ialah malaikat Jibril, dapat dipastikan orang yang sakaratul maut tidak jadi mati, sebab malaikat jibril tidak tega melihat seseorang menangis, istrinya menangis, keluarganya menagis. Apalagi malaikat mikail atau malaikat Isrofil.

About cemoro sewu

im just a little boy.... "Ini Memang Aku" Aku memang tidak pandai berbahasa arab, apa lagi hafal Al-Qur'an Aku juga bukan anak sholeh yang tanpa kekurangan Tapi apakah kamu menyadari kesempurnaan hanya milik-Nya??? Aku memang berilmu sedikit, Tapi aku berusaha bersungguh sungguh untuk mengamalkan apa yang sudah ku pelajari,. Aku juga bukan orang berilmu, Tapi aku selalu memiliki kemauan untuk menjadi orang berilmu dan mendalami ajaran agama-Nya Aku tidak juga pandai berteori, jago berbahasa, hafal beratus ratus Hadist, Tapi aku slalu berusaha mencari tau mana yang halal dan mana yang haram untuk kuterapkan, mengaplikasikan dalam kehidupanku. Aku juga bukan dari kalangan orang kaya dan bergelimang harta, Tapi aku bersyukur untuk kehidupan kami yang sederhana, bahkan aku tersenyum jika ada yang menyebut kami miskin, karena itu membuktikan dan menjauhkan kami jauh dari fitnah rejeki haram. aku merasa kasihan mendengar celoteh orang orang yang berkata : " buat apa kita beribadah ?? apa kita yakin ibadah kita di terima apa tidak??" seharusnya lebih baik mereka berkata : " kewajiban kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Tuhan,urusan di terima ataupun tidak di terima itu merupakan urusannya Tuhan..." yah memang ini lah aku... yang tak tahu apapun itu...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: