RSS Feed

Sebuah Kisah “Asal-usul Sebuah Kehidupan” (part 3 – end)

adam dan hawa

adam dan hawa

 

Namun pada kenyataanya Allah berpolitik dengan bermain “kotor”, Allah berkata kepada Nabi Adam bahwa ia pasti akan gulung tikar jika beradu kecerdasan dengan para malaikat, maka di malam itu Allah memberi les privat kepada Nabi Adam.

 

Wa ‘alama aadamal asmaa’ kullahaa…

(Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya)

 

“wahai Adam, ingatlah baik-baik apa yang akan Aku ajarkan kepadamu”

nggeh Gusti…”

“Nanti kalau Aku bertanya – wadah gawe ngulek sambel nang bumi iku jenenge opo? – jawab saja cowek ya dam”

nggeh Gusti…

“Nanti kalau Aku bertanya – sing digawe ngeduk lemah nang bumi jenenge opo? – jawab saja linggis ya dam”

nggeh Gusti…

Dan begitulah cara Tuhan berpolitik, dengan mengajari Adam untuk persiapan MUBES para malaikat.

Acara pun dibuka, Malaikat Jibril duduk dikursi depan, termasuk juga malaikat Mikail, Isrofil, Izroil dan Azazil. Mereka bersiap siap untuk menjawab pertanyaan yang akan Allah berikan.

Tuhan bersabda: “wadah gawe ngulek sambel nang bumi iku jenenge opo? Jibril?”

mboten ngertos Gusti…”

“Mikail? Isrofil? Izroil?..”

mboten ngertos Gusti…”

Hayo Azazil, wadah gawe ngulek sambel nang bumi iku jenenge opo?”

kulo mboten ngertos Gusti…

 

Subhaanaka laa ‘ilma lanaa ilaa maa ‘alamtanaa….

(maha suci Engkau tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.)

 

“wahai adam, wadah gawe ngulek sambel nang bumi iku jenenge opo dam?”

mboten usah ditanya Adam Gusti, ia itu bodoh..” sanggah Azazil.

Adam yang duduk paling belakang semakin menundukan kepalanya, kemudian ia maju, dan menjawab: “cowek Gusti…

“seratus…” sabda Tuhan.

Allah kembali bertanya: “sing digawe ngeduk lemah nang bumi jenenge opo kat malaikat?”

mboten ngertos Gusti…

“Hayo Adam, sing digawe ngeduk lemah nang bumi jenenge opo dam?”

linggis Gusti…” jawab Nabi Adam

seratus…”[1]

 

Qoola yaa adamu ambi’um biasmaaihim…

(Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”.)

 

Begitulah Nabi Adam meng – skak math para malaikat terlebih Malaikat Azazil, Allah pun berkata kepada semua malaikat untuk memberi penghormatan kepada Nabi Adam.

 

Waidz qulnaa lil malaaikatis juduu li aadama fasajaduu illaa iblis…

(Dan – ingatlah – ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis…)

 

Seluruh malaikat hormat dan sujud seketika dihadapan Nabi Adam, kecuali Azazil. Tuhan berkata: “mengapa engkau tidak mau sujud kepada Adam wahai Azazil?”

“mengapa Gusti? Mengapa aku harus sujud kepada seorang yamg masih baru engkau ciptakan? Aku sudi sujud kepadaMu Gusti, namun akutidak akan sudi sujud kepada Adam Gusti, sampai kapanpun!”

 

Abaa wastaqbara wakaanaa minal mutakabbiriin…

(ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.)

 

Allah murka, Tuhan bersabda: “ IBLIS..!!! turunalah kebumi bersama anak cucumu! Besok dihari kiamat masuklah keneraka“

 

Fainnaka minal mundhoriin…

 

“Baiklah Gusti, jika itu takdirMu, aku tahu rencanaMu sebenarnya ialah untuk meletakan Adam beserta anak cucunya di bumi, maka lihatlah wahai Gusti, akan kupastikan tak orat aritno anak cucu Adam, tak cegat teko ngarep, teko ngguri, samping kanan, samping kiri, panjenengan titeni gak onok sing manut ten Panjenengan!”

“jika itu maumu, baiklah.Namun haruslah engkau tahu wahai iblis, sebesar apapun dosa yang telah diperbuat oleh manusia, seberat apapun kesalahan manusia, selama ia masih mau meminta maaf – bertobat kepadaKu maka selama itu pula pengampunanKu selalu ada untuk mereka.”

Akhirnya Allah menurunkan Iblis kebumi dan mulai menyusun misi balas dendam teramat dalam kepada nabi Adam, ia bersumpah serapah dan membawa dendamnya sampai keanak cucunya bahwa musuh utama mereka ialah anak cucu Adam.

Nabi Adam pada suatu ketika diajak Allah bermain main di surga, ia sangat takjub dengan keindahan makhluk Allah bernama surga ini, permainan apapun ada disana, mulai dari gembot (game board) ala surga, pe es ala surga, mobil ala surga dan masih banyak macam lagi sehingga tidak terasa setahun lamanya ia habiskan untuk bermain main kesana kemari.

Tuhan bersabda kepada Adam: “wahai Adam, sepertinya engkau kerasan di surga? Apakah engkau mau menempati surga?”

matur kasuwon Gusti, kulo purun…”

“tapi ingat wahai Adam, engkau boleh bermain apa saja di dalam surga, makanlah sesukamu, apapun milkmu, tapi jangan sekali kali kau mendekati satu pohon bernama narkoba disana..”

Tuhan bersandiwara…

 

Laa taqrobaa haadihisyajarota….

 

“siap Gusti…” jawab Adam.

 

Meski Adam telah mendapat kenikmatan orang pertama yang masuk surga, namun adam tetaplah manusia biasa, ia merasa sangat kesepian, dan Allah pun menawarkan kepada Adam seorang teman hidup, yang terbuat dari tulang rusuk kirinya.

 

kun fayakun…

 

ialah Siti Hawa, seorang wanita yang cantik jelita membuat hati Adam berdebar seketika. Tuhan akhirnya merestui mereka dalam ikrar ikatan janji suci, Adam dan Hawa resmi menjadi sepasang suami istri.

Namun seperti kebanyakan wanita cantik, sifat dasarnya pasti angel kandanane, begitu pula dengan siti Hawa, ia bermain main kemanapun ia mau, sesuka hati, bersama Adam sang kekasih, hingga mereka tidak sadar telah mendekati pohon narkoba yang dilarang Sang Ilahi Robbi.

Siti Hawa penasaran dengan pohon narkoba itu, ia bertanya kepada kekasihnya Adam: “Kang, Gusti Allah melarang kita untuk mendekati pohon ini kenapa ya? Aku penasaran dengan rasa buahnya kang, pasti enak, kalau tidak enak mengapa Allah melarang kita untuk mendekatinya?”

Semula Adam menolak permintaan kekasihnya itu, namun Hawa jika semakin dilarang semakin ia bertambah penasaran..

“Ayolah akang, aku pengen tahu apa rasa buah di pohon itu, kang… akang…”

Hawa merajuk kepada Adam, ia ngalem sak ngaleme ngalem kepada kekasihnya, dan pada akhirnya Adam menyerah, Adam berkata:

“Iya, kamu boleh incip buahnya, tapi sedikit saja ya?”

Begitulah Adam yang tak berdaya di depan Hawa, sebab Adam sangat mencintainya, sebab Adam tak tega melihat kekasihnya yang merajuk seperti itu, sehingga ia tak mampu untuk mengelak apa yang Hawa pinta.

 

Bagaikan kiamatkubro, Tuhan murka kepada Adam Hawa, kemarahan yang terekam jelas di dalam Alquran,

 

Wa innminnkumm illaa waaridhuha…

 

Kaana ‘alaa robbika haqmam maqhdhiyyah…

 

“celakalah kau Adam, keluarlah kau dari surgaKu! Masuklah kedalam nerakaKu selama lamanya!” sabda Tuhan.

kesalahan yang sama seperti iblis telah dilakukan oleh Adam dan Hawa, keputusan Tuhan sudah bulat, siapa saja yang melakukan maksiat tidak bisa tinggal lagi di dalam surga yang nikmat. Adam yang sadar telah berbuat salah, menangis kelongkongan sejadi jadinya, sebab ia tahu neraka telah menantinya.Berhari hari Adam menyesali, berbulan bulan ribuan air mata telah ia luluhkan, namun Tuhan masih tetap bungkam.

Kemudian sejarah baru tercipta, sebuah zaman saat doa pertama kali tercipta, ialah Adam yang berdoa kepada Tuhannya, didalam pertobatannya, yang tertuang di dalam Alquran:

 

Rabbanaa dholamnaa angfuusanaa wailamtaghfirlanaa lanakunannaa minal khoosiriin…

 

Allah luluh seketika, Tuhan kalah dengan air mata dan doa, tak tega melihat hambaNya yang begitu menyesali perbuatan serta kesalahannya. Ialah Adam, manusai pertama yang mendapat ampunan dari Allah Hyang Maha Kasih dan Penyayang.

“Maafkan Hamba Gusti, Ngampunten ingkang katah…”

“Wahai Adam, Aku telah memaafkan semua kesalahanmu…”

matur kasuwon Gusti, berarti hamba tidak di masukkan ke dalam nerakaMu?”

“tidak dam…”

“berarti hamba bisa masuk lagi ke surgaMu Gusti..”

“bisa dam, namun ada persyaratannya..”

punopo persyaratanipun Gusti?”

“engkau Aku uji terlebih dahulu di bumiKu dam – sebentar saja, kau dan istrimu akan tinggal disana, jika kau beserta anak cucumu lulus dalam ujianKu, maka silahkan tinggal di surgaKu lagi, bagaimana dam?”

nggeh Gusti, kulo sendiko dawuh ten Panjenengan…”

 

Pada akhirnya, Adam tanda tangan MoU dengan Gusti Allah.

 

fahamalakhal insan…

 

 

 

note: begitulah sekelumit cerita asal usul kejaidan, Jika proses turunnya Adam dan Hawa diceritakan, maka satu judul cerita fiksi religi akan tercipta lagi, semoga bermanfaat dan menambah ilmu serta menambah ketebalan iman kepada Gusti Allah Sang Illahi robbi,

 

19:19 WIB 02092014

cemorosewu – just a little boy

[1]Menurut riwayat, Nabi Adam sebenarnya tidak tahu apa apa, ia hanya tahu apa yang telah Allah ajarkan kepadanya.

About cemoro sewu

im just a little boy.... "Ini Memang Aku" Aku memang tidak pandai berbahasa arab, apa lagi hafal Al-Qur'an Aku juga bukan anak sholeh yang tanpa kekurangan Tapi apakah kamu menyadari kesempurnaan hanya milik-Nya??? Aku memang berilmu sedikit, Tapi aku berusaha bersungguh sungguh untuk mengamalkan apa yang sudah ku pelajari,. Aku juga bukan orang berilmu, Tapi aku selalu memiliki kemauan untuk menjadi orang berilmu dan mendalami ajaran agama-Nya Aku tidak juga pandai berteori, jago berbahasa, hafal beratus ratus Hadist, Tapi aku slalu berusaha mencari tau mana yang halal dan mana yang haram untuk kuterapkan, mengaplikasikan dalam kehidupanku. Aku juga bukan dari kalangan orang kaya dan bergelimang harta, Tapi aku bersyukur untuk kehidupan kami yang sederhana, bahkan aku tersenyum jika ada yang menyebut kami miskin, karena itu membuktikan dan menjauhkan kami jauh dari fitnah rejeki haram. aku merasa kasihan mendengar celoteh orang orang yang berkata : " buat apa kita beribadah ?? apa kita yakin ibadah kita di terima apa tidak??" seharusnya lebih baik mereka berkata : " kewajiban kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Tuhan,urusan di terima ataupun tidak di terima itu merupakan urusannya Tuhan..." yah memang ini lah aku... yang tak tahu apapun itu...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: