RSS Feed

The City of The Prophet (Medina)

Posted on

Gambar

Sebelum membahas tentang apa saja keistimewaan Kota Madinah, setidaknya kita mengetahui penyebab mengapa Nabi Muhammad SAW hijrah ke kota Yastrib (Madinah), dan penyebab mengapa Allah menjadikanya kota kedua terpenting untuk agama Islam.

 

  1. Madinah

Madinah terletak di daerah Hedzjaz bagian dari semenanjung arab yang terletak diantara dataran tinggi Nejd dan daerah pantai Tihamah. Di daerah ini terdapat tiga kota utama yaitu Ta’if, Makkah dan Madinah sendiri. Terletak 275 Km dari laut merah, Madinah berada di sebuah lembah yang subur, di sebelah selatan kota itu berbatasan dengan bukit air, di sebelah utara dengan bukit uhud dan sur, dan di sebelah timur serta barat dengan gurun pasir (Harah). Apabila hujan turun lembah itu menjadi tempat pertemuan aliran-aliran air yang berasal dari selatan dan Harrah sebelah timur. Daerah ini juga memiliki ose-ose yang dapat dipergunakan untuk lahan pertanian yang dapat menghasilkan sayur-mayur dan buah-buahan seperti kurma, jeruk, pisang dan lain-lain. Karena itu penduduknya mayoritas hidup dari bercocok tanam disamping berdagang dan berternak.

Madinah (Al-madinah Al-munawwarah) adalah sebuah kota dalam wilayah kekuasaan pemerintah kerajaan arab saudi sekarang. Kota itu dikenal sebagai tanah suci kedua umat islam. Pada zaman Nabi Muhammad Saw dan Al-khulafa ar-rasyidin (empat khalifah pengganti Nabi), kota itu menjadi pusat dakwah, pusat pengajaran dan pemerintahan islam. Dari kota itulah islam memancar keseluruh penjuru semenanjung arab dan kemudian keseluruh dunia. Kota ini mempunyai banyak nama antara lain Madinah an-nabi (kota nabi, disingkat menjadi al-madinah atau madinah), Madinah ar-rasul (kota rasul), Taba, Tayyibah, Qaryah al-ansar, Al-asimah, Al-mubasakah, Al-mukhtarah, Bait rasul Allah, Sayyidah al-buldan, Dar al-iman, Dar al-abrar, Dar al-Akhyar, Dar as-sunnah, Dar As-salam, dan Dar al-haram. Akan tetapi kota ini lebih dikenal dengan Al-madinah al-Munawwarah.[1]

Penduduk Yatsrib, sebelum kelahiran islam terdiri dari dua suku bangsa, yaitu bangsa arab dan bangsa yahudi. Semula daerah itu ditempati oleh suku Amaliqah (Baidah, bangsa arab yang sudah punah) dan kemudian ditempati oleh suku-suku arab lainnya. Secara bertahap kota itu menjadi berkembang dan menjadi kota penting kedua setelah Makkah di tanah Hedzjaz setalah kehadiran orang yahudi. Orang yahudi membangun permukiman, dan benteng pertahanan agar mereka terhidar dari gangguan orang badui yang hidup sebagai nomad di sekitar Yatsrib.

Di Yatsrib sebelum Islam datang tidak pernah ada seorang pemimpin dan suatu pemerintahan atas semua penduduk, yang ada adalah pemimpin-pemimpin suku yang memikirkan kepentingan suku-sukunya masing-masing. Mereka saling bersaing dan berperang untuk menanamkan pengaruh di masyarakat akibatnya diantara suku-suku yang ada itu dapat terjadi permusuhan, bahkan peperangan.

  1. Geografi Kota Madinah

Secara geografis, kota ini datar yang dikelilingi gunung dan bukit bukit serta beriklim gurun. Suhu tertinggi berkisar antara 30 °C sampai 45 °C pada waktu musim panas, dan suhu rata-rata berkisar antara 10 °C sampai 25 °C.

 

  1. Faktor Nabi Hijrah ke Madinah

Pada mulanya setelah Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa isra’ dan mi’raj, suatu perkembangan besar bagi kemajuan dakwah Islam muncul. Perkembangan masa itu datang dari sejumlah penduduk Yasrib yang berhaji ke Mekkah.

Pertama atas nama penduduk Yasrib, mereka meminta kepada Nabi Muhammad agar berkenan pindah ke Yasrib. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman. Nabi Muhammad pun menyetujui usul yang akan mereka ajukan. Dan persetujuan ini disepakati dalam suatu perjanjian. Perjanjian ini disebut perjanjian Aqobah kedua, setelah kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara nabi dan orang-orang Yasrib, mereka kian gila melancarkan intimidasi terhadap kaum muslimin. Hal ini membuat Nabi Muhammad memerintahkan kaum muslimin untuk berhijrah ke Yasrib. Lalu Nabi pun hijrah ke Yasrib karena kafir Quraisy sudah merencanakan membunuhnya.

Sebagai penghormatan terhadap Nabi, nama kota Yasrib di ubah menjadi Madinatun Nabi (kota Nabi) atau Madinatul Munawaroh (Kota yang bercahaya) karena dari sinilah Islam memancar ke seluruh dunia, di sinilah Madinah menjadi kota yang penting dalam sejarah peradaban Islam.

Setelah terjadinya baiat aqobah II, Rasulullah menyuruh umat islam berhijrah ke Yasrib secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh orang kafir. Beliaupun akhirnya menyusul hijrah.

Di Madinah, Nabi Muhammad SAW segera meletakkan dasar kehidupan yang kukuh bagi pembentukan masyarakat baru. Disamping kaum Muhajirin dan Ansyar, modal utama yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah Islam yang bersumber pada wahyu yang ada dalam Al-Qur’an. Di dalamnya terkandung ajaran aqidah yang tinggi dan sempurna sehingga mampu menyatukan manusia dibawah satu bendera.

Ketika masih di Quba, Nabi Muhammad SAW bersama umatnya mendirikan sebuah masjid yang pertama. Masjid Quba di dirikan di atas sebidang tanah yang terletak di dekat rumah Abu Ayub Khalid al-Ansari. Masjid ini yang akhirnya berfungsi sebagai pusat politik dan pemerintahan.

Setelah mendirikan masjid, Nabi Muhammad SAW membina persatuan dan kesatuan umat islam. Selanjutnya Nabi mempersaudarakan orang islam Mekah dan Madinah berdasarkan ikatan akidah ukhuwah islamiyah dan pebentukan umat itu diartikan sebagai proklamasi terbentuknya negara islam dengan piagam madinah.

Pada tahap berikutnya, Nabi Muhammad SAW mulai melakukan musyawarah dengan para sahabat, kaum Muhajirin dan kaum Ansyar untuk merumuskan pokok-pokok dasar kehidupan masyarakat dan bernegara (Piagam Madinah).

 

Maka sebenarnya kedatangan Nabi dan umat Islam di Madinah telah mengubah segalanya. Dengan demikian Madinah berubah menjadi negara dengan Nabi sebagai kepala negara. Menjelang wafatnya Nabi SAW wilayah kekuasaan negara Islam ini mencakup hampir seluruh wilayah Arabia dan Madinah merupakan ibu kotanya.[2]

 

 

  1. Ekonomi Kota Madinah

Leboun dalam bukunya Hadharat al-Arab berkesimpulan bahwa tidak mungkin bangsa Arab tidak pernah memiliki peradaban yang tinggi, apalagi hubungan dagang multilateral berlangsung 2000 tahun lamanya. Bangsa Arab bukanlah bangsa bodoh yang senada dengan gelar “Jahiliah” yang mereka sandang. Tapi dibalik gelar itu, justru mereka telah menyimpan peradaban dan menyisakan berbagai aspek kemajuan politik, ekonomi dan seni budaya. Gelar Jahiliah hanyalah sebatas kesalahpahaman akidah mereka, sehingga merambat pada perilaku nista yang merajalela di dalam aspek kehidupan dan pola pikir mereka.[3]

Makna hijrah bukan sekadar upaya melepaskan diri dari cobaan dan cemoohan semata, tetapi  disamping makna itu hijrah juga dimaksudkan sebagai batu loncatan untuk mendirikan sebuah masyarakat baru di negeri yang aman. Itulah mengapa Rasulullah mewajibkan seluruh muslim yang di Makkah pada saat itu untuk melakukan hijrah bagi yang tak berhalangan, agar ikut andil dalam usaha mendirikan masyarakat baru dalam rangka menggalang kekuatan dan mengerahkan segala kemampuan untuk menjaga dan menegakknya.[4]

Sebagai pemimpin, Rasulullah telah mengantongi langkah-langkah perencanaan untuk memulai intensifikasi pembangunan masyakarakat. Maka dibangunlah sebuah masjid sebagai lokomotif pembangunan. Eksistensi substansi masjid bukanlah sesuatu yang di dasarkan kepada idealisme semata, yang hanya difungsikan sebagai tempat beribadah saja, tetapi memiliki multifungsi, di antaranya sebagai tempat jual beli, karena ini merupakan tuntutan realitas keadaan masyarakat waktu itu yang memerlukan struktur perkonomian yang baru, karena struktur perekonomian yang ada dikuasai dan dimonopoli sepenuhnya oleh orang–orang Yahudi dan diatur sepenuhnya oleh sistem kapitalis Yahudi.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, dipindahkanlah aktivitas jual beli dari lingkungan masjid demi menjaga kekhusyuan beribadah. Aktivitas jual beli ini difokuskan di pasar yang diberi nama “Suqul Anshar“ atau pasar Anshar. Pasar ini dibangun oleh Abdurrahman bin Auf, seorang hartawan yang kaya raya, atas arahan Rasulullah. Pasar ini dikelola seratus persen oleh umat Islam sendiri berlokasi tidak jauh dari pasar Yahudi. Semua orang Islam dihimbau untuk berjual beli dan melakukan semua aktivitas perdagangan di pasar itu tanpa bekerjasama sedikitpun dengan Yahudi dan tanpa terlibat dengan segala produk atau barang mereka.

Dari penjelasan di atas, nampak bahwa Rasulullah telah menerapkan pola bisnis dengan persaingan yang sehat, tanpa menggunakan wewenang kekuasaannya untuk menutup pasar Yahudi, mengingat kedudukan Rasulullah pada saat itu adalah seorang pemimpin, tapi justru Rasulullah sepenuhnya menyerahkan penilaiannya kepada masyarakat. Dan pada akhirnya ekonomi Yahudi yang sudah ratusan tahun, gulung tikar dan bangkrut bahkan mereka menjadi miskin dan akhirnya menutup pasar mereka.

Selain itu, ukhuwwah islamiyah, persaudaraan sesama muslim, antara golongan Muhajirin dan golongan Anshor sangat ditekankan oleh Rasulullah. Rasulullah sangat menyadari bahwa kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan merupakan salah satu prasyarat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan hanya berfaedah bagi kekuatan secara politik saja, tetapi juga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dari sini terlihat bahwa pemikiran ekonomi Rasulullah orientasi substanstifnya adalah ”kepada kepentingan bersama masyarakatlah yang diutamakan”. Bahkan untuk tercapainya arah dan tujuan dimaksud, Rasulullah sangat menekankan terciptanya ”efesiensi sosial”. Artinya bagaimana ekonomi negara bisa dikelola secara bersama dengan baik dan ketepat-gunaan yang tinggi sehingga kemakmuran dan kesejahteraan dalam arti yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, prinsip sebesar-besar kemakmuran rakyat dalam pandangan ekonomi Rasulullah adalah sangat dikedepankan. Implikasi dari pandangan ini adalah perintah Rasullah untuk saling tolong-menolong antar sesama dalam segala aktivitas kehidupan, terutama dalam tatanan ekonomi. Hak warisan harta ditinggalkan atas dasar saudara seagama, tanah kepunyaan Ansar digarap bersama sama dengan Muhajirin.[5]

 

 

  1. Keistimewaan Kota Madinah

 

Banyak sekali keutamaan keutamaan kota madinah, maka tidak heran semenjak  nabi hijrah ke Madinah, mendirikan kota, wafatnya nabi, zaman sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in hingga detik ini banyak ulama yang masyhur terlahir dan belajar dari Madinah, juga para jama’ah haji maupun umroh yang menyempatkan datang ke kota Madinah. Hal yang menyebabkan tersebut karena Kota Madinah memang istimewa, diantaranya yang telah tertulis dalam buku Fadh’u Al-Madinah Al-Munawwarah.

  1. Allah menjadikan Madinah sebagai tempat masuk yang benar. Allah SWT berfirman: “Dan katakanlah (Muhammad), Ya Rabbku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar…” (QS. Al-lsra’: 80). Allah SWT menjadikan Madinah sebagai Tanah Haram sebagaimana ditegaskan melalui sabda Rasulullah, “Madinah itu Tanah Haram dan aman.”

 

  1. Diharamkan membawa senjata ke Madinah dengan tujuan berperang atau membunuh, begitu pula di Makkah Al-Mukarramah.

 

  1. Diharamkan mengambil barang temuan, kecuali bagi orang yang telah mengumumkan barang temuan tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan agama. Larangan ini juga berlaku di Makkah Al-Mukarramah.

 

  1. Diharamkan berburu dan mengejar hewan buruan, sebagaimana halnya di Makkah.

 

  

  1. Diharamkan menebang pohon dan memotong rumput yang ada di Madinah, baik bagi orang yang sedang berihram maupun bagi orang yang sedang tidak berihram.

 

  1. Diharamkan memindahkan tanah dan bebatuan yang ada di Madinah dan Makkah keluar Tanah Haram.

 

  1. Madinah di-idhafah-kan kepada Allah. Menurut pendapat beberapa ahli tafsir, sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kalian dapat berhijrah (berpindah- pindah) di bumi itu?” (QS. An-Nisa’: 97).

 

 

  1. Madinah di-idhafah-kan kepada Nabi SAW. Sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah SWT, “Sebagaimana Rabbmu menyuruh­mu pergi dari rumahmu dengan kebenaran,” (QS Al-Anfal: 5). Juga sabdanya, “Madinah itu Tanah Haramku.”

 

  1. Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat hijrah, tempat tinggal, dan tempat meninggal Nabi SAW.

 

  1. Allah SWT menjadikan Madinah sebagai tempat kelahiran Islam.

 

  1. Penaklukan banyak negara melalui Madinah.

 

  1. Keinginan besar Nabi SAW dan para sahabat untuk meninggal di Madinah, dan dipandang baik berdoa untuk mati di Madinah.

 

  1. Rasulullah berdoa agar beliau dapat mencintai Madinah sebagaimana beliau mencintai Makkah atau lebih dari itu.

 

  1. Rasulullah mempercepat kendaraannya ketika melihat dinding Madinah, saat datang dari perjalanan. Hal itu karena kecintaannya pada Madinah.

 

  1. Madinah memiliki banyak nama yang menunjukkan kemuliaannya. Sungguh, tidak ada kota atau negara yang memiliki banyak nama seperti Madinah.

 

  1. Madinah diberi nama Thaibah dan Thabah (baik dan subur). Allahlah pemberi nama Madinah dengan nama tersebut. Hal ini merupakan pemuliaan dari Allah terhadap kota yang sangat dicintai Nabi SAW tersebut.

 

  1. Di dalam Taurat, Madinah diberi nama Mu’manah, Mahbubah, dan Marhumah.

 

  1. Kehidupan yang nyaman di Madinah.

 

 

  1. Rasulullah banyak mendoakan Madinah.

 

  1. Terdapat banyak berkah di Madinah, baik dalam sha’, mud, timbangan, maupun buah-buahan.

 

  1. Di Madinah terdapat berkah yang berlipat ganda, seperti yang terdapat di Makkah.

 

  1. Madinah itu harum dan keharumannya menyebar, meskipun tidak ada wewangian.

 

  1. Madinah bagaikan ubupan (alat peniup api) tukang besi yang setiap saat menghilangkan bagian buruk dan kotor, terutama saat kemunculan Dajjal.

 

  1. Madinah dapat menghilangkan dosa, sebagaimana ubupan menghilangkan kotoran-kotoran perak. Oleh karena kehidupan di Madinah keras dan sulit, jiwa manusia dapat terlepas dari ajakan, kejahatan, dan kecenderungan hawa nafsunya, lalu jiwa itu menyisakan jiwa yang baik.

 

  1. Wabah penyakit berpindah dari Madinah ke Juhfah.

 

  1. Madinah ditaklukkan dengan keimanan dan Alquran, sedangkan daerah lain dengan pedang.

 

  1. Sebelum Makkah ditundukkan, kaum Muslimin wajib hijrah dan bermukim di Madinah demi menolong Nabi serta menghibur hatinya. Sementara setelah peristiwa Fathu Makkah, disunahkan untuk hijrah dan bermukim di sana. Orang yang hijrah ke Madinah sebelum Fathu Makkah diharamkan untuk kembali ke Makkah dengan tujuan bermukim, seperti yang ditegaskan jumhur ulama. Namun, dia diberikan keringanan untuk tinggal di Makkah selama tiga hari setelah melaksanakan manasik haji.

 

  1. Keimanan berkumpul di Madinah.
  2. Madinah selalu dipenuhi para malaikat. Kota itu dijaga malaikat sehingga tidak ada wabah dan Dajjal yang masuk ke Madinah.

 

  1. Madinah menjadi Darul Islam selama-lamanya. Setan putus asa untuk menjadi makhluk yang disembah di Madinah.

 

  1. Penduduk Madinah diberikan keistimewaan dengan tempat miqat terjauh demi menambah pahala mereka.

 

  1. Terdapat perbedaan pendapat untuk memulai dari Makkah atau Madinah bagi orang yang hendak melaksanakan haji. Sebagian sahabat memulai dari Madinah ketika melaksanakan haji. Mereka berkata, “Kami memulai (haji) dari tempat Rasulullah berihram.”

 

  1. Madinah dan Makkah dapat menggantikan posisi Masjidil Aqsha bagi orang yang bemadzar untuk melaksanakan shalat atau beriktikaf di Masjidil Aqsha. Tidak ada masjid yang dapat menggantikan Masjidil Aqsha selain Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

 

  1. Dosa kecil di Madinah dicatat sebagai dosa besar. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah Saw, “Siapa yang berbuat dosa di Madinah…” Dosa dalam sabda beliau itu mencakup dosa kecil juga. Karena itu, dosa tersebut akan dibalas dengan balasan dosa besar karena kecerobohan dan sikap meremehkan orang yang berbuat dosa di Madinah.

 

  1. Disunahkan untuk tidak berkendara di Madinah bagi orang yang tidak berhalangan, seperti yang dilakukan oleh Imam Malik.

 

  1. Disunahkan untuk mandi besar ketika hendak memasuki Madinah.

 

  1. Disunahkan untuk keluar dari Madinah melalui sebuah jalan, lalu kembali ke Madinah jika memungkinkan melalui jalan yang lain (berbeda), jika ditakdirkan kembali ke Madinah lagi.
  2. Jika bemadzar untuk memberikan wewangian di Masjid Nabawi, nadzar itu harus dilakukan menurut sebagian ahli fikih.

 

  1. Jika bernadzar untuk mengunjungi atau melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, nadzar itu harus dilakukan berdasarkan hadits Nabi. Dilarang bepergian (untuk mencari keutamaan shalat) ke masjid tertentu, kecuali ke tiga masjid: (1) Masjidil Haram, (2) Masjid Nabawi, dan (3) Masjidil Aqsha (HR. Muslim).

 

  1. Mengucapkan salam berulang kali kepada Nabi bagi selain penduduk Madinah, dan tidak bagi penduduk Madinah—menurut pendapat Imam Malik dan yang lainnya— kecuali penduduk Madinah itu bepergian atau datang dari perjalanan. Tetapi, menurut Imam Zarkasyi Asfi, yang benar adalah disunahkan untuk mengucapkan salam berulang kali bagi penduduk Madinah dan bagi selain penduduk Madinah.

 

  1. Madinah dikhususkan sebagai tempat seorang lelaki saleh yang keluar dari Madinah karena dibunuh oleh Dajjal, dan tidak ada yang dapat mengalahkannya kecuali dia. Dia adalah lelaki terbaik. Kemudian Allah menghidupkan kembali lelaki itu, dan Dajjal tidak mampu untuk membunuhnya kembali.

 

  1. Allah SWT memilih penduduk Madinah untuk menjadi penolong Allah dan Rasulullah sehingga mereka menjadi ahli penolong dan tempat berlindung. 44. Disunahkan untuk bermukim di dekat Madinah karena dapat meningkatkan derajat dan kewibawaan. 45. Rasulullah SAW memberikan syafaat dan bersaksi terhadap orang yang sabar menghadapi segala rintangan dan kesulitan yang terjadi di Madinah serta orang yang mengembuskan nafas terakhirnya di kota mulia itu. Disunahkan untuk berada di Madinah agar dapat meninggal di sana

 

  1. Penduduk Madinah merupakan penduduk yang mendapatkan syafaat pertama dari Nabi

 

  1. Setelah itu baru penduduk Makkah.

 

  1. Pahala kebaikan yang dilakukan di Madinah dilipatgandakan, seperti shalat, berpuasa, dan bersedekah.

 

  1. Tidak ada seseorang pun yang bemiat jahat kepada penduduk Madinah, kecuali akan melebur seperti meleburnya garam dalam air.

 

  1. Diharamkan berbuat dosa atau melindungi orang yang berbuat dosa di Madinah.

 

  1. Jika ada orang yang meninggalkan Madinah karena tidak menyukai kota tersebut, Allah pasti mengganti dengan orang yang lebih baik daripada orang tersebut.

 

  1. Madinah tidak pernah sepi dari ulama, orang bijak, dan orang yang taat beragama hingga Hari Kiamat. Ulama Madinah dan keilmuannya lebih tinggi tingkat keutamaannya dibanding keutamaan dan keilmuan ulama selain Madinah.

 

  1. Peringatan yang sangat pedih bagi orang yang menzhalimi atau menakut-nakuti penduduk Madinah.

 

  1. Jika ada kafir Dzimmi yang meninggal di salah satu Tanah Haram, maka kuburannya harus digali dan dipindahkan ke luar Tanah Haram.

 

  1. Siapa di antara kaum Muslimin yang meninggal di Madinah, dia akan dibangkitkan dari kuburan sebagai bagian dari orang yang aman (dari siksa).

 

  1. Hamba Allah yang paling mulia adalah mereka yang dimakamkan di Madinah. Begitu juga Ahli Bait, para sahabat, dan orang-orang terbaiki setelah generasi sahabat.

 

  1. Di Madinah, ada manusia terbaik. Di sana, dimakamkan orang-orang terbaik dari umat Islam, mulai dari generasi sahabat sampai generasi selanjutnya. Sebab, seseorang tidak akan dikuburkan, kecuali di bumi tempat dia diciptakan.

 

  1. Di Madinah terdapat syahid terbaik yang mengorbankan jiwa mereka untuk Allah, di hadapan dan disaksikan Rasulullah SAW. Kesaksian Rasulullah SAW terhadap para syuhada pada peristiwa Perang Uhud di Madinah. Madinah penuh dengan para syuhada. Penduduk Madinah dimuliakan karena mereka tetangga Rasulullah.

 

 

Tidak hanya keistimewaan untuk kota Madinah yang suci saja, namun ada juga tempat tempat khusus yang istimewa didalam maupun disekitar kota  Madinah, diantaranya:

 

  1. Jabal Uhud

Jabal Uhud (Gunung Uhud) yang berjarak ± 5 Km sebelah utara kota madinah. Gunung ini mempunyai ketinggian 1050 meter dan panjangnya ± 7 KM serta tidak besambungan dengan gunung-gunung yang lainnya. Pada umumnya gunung-gunung di madinah saling bersambungan, karenanya gunung yang berdiri sendiri tersebut disebut jabal Uhud yang mempunyai arti gunung yang menyendiri.

Jabal Uhud ini mempunyai arti penting dalam perkembangan sejarah islam, disinilah terjadi peperangan antara 700 kaum Muslimin dengan 3.000 kaum kafir Quraisy pada tahun ketiga hijrah. pada awal peperangan kaum Muslimin mengalami kemenangan yang sangat berarti, namun karena ketidak disiplin para pemanah yang berada dipuncak Uhud dimana mereka mengabaikan perintah Rasulullah untuk tetap berada ditempatnya.

Mereka silau dengan harta pampasan perang yang ditinggalkan olehkaum kafir Quraisy dan turun dari tempatnya. keadaan semacam itu terbaca oleh Khalid binWalid pemimpin tentara berkuda kaum Quraisy dan mereka mengadakan penyerangan balik, sehingga membuat kaum Muslimin kelabakan.

Banyak kaum Muslimin yang meninggal secara sahid diantaranya paman Rasulullah ssendiri yaitu Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutholib, semua syahidin tadi sejumlah 70 orang dikuburkan bersama lengkap dengan pakaian yang dipakainya.

Makam para syuhada ini sekarang diberi pagar keliling setinggi 3 meter dan dariluar pagar kita dapat melihat ke dalam yang hanya nampak tanah datar serta dua batu hitam sebagai nisan dari makam Hamzah bin Abdul Muthalib ( paman Rasulullah) dan makam Abdullah bin Jahsy ( sepupu Rasulullah) sedangkan makam syuhada yang lainnya ( 68 syuhada) ada di dalam lokasi tersebut tapi tanpa ada tanda-tanda khusus. Konon pada tahun 46H (667M) atau 43 tahun setelah peristiwa perang, terjadi banjir besar disekitar Uhud, makam Hamzah dan Abdullah longsor dan tampak keduanya masih utuh dan segar seperti baru gugur.

 

  1. Jabal Magnet

 

Madinah selain dikenal sebagai kota nabi, memiliki panorama alam yang indah yang dikelilingi oleh deretan perbukitan atau dalam bahasa Arab dikenal jabal. Disamping jabal Uhud yang terkenal karena sejarah peperangan zaman Rasulullah SAW, ada lagi jabal magnet, tempat wisata yang menarik jamaah haji termasuk Indonesia itu, terletak sekitar 30 KM dari kota Madinah menuju arah kota Tabuk.

Namun, jabal magnet yang sudah terkenal dikalangan jamaah haji Indonesia itu, ternyata tidak dikenal oleh warga asli Madinah, bahkan yang lebih tahu adalah warga Madinah yang merupakan pendatang. Dan setelah diketahui, ternyata warga asli Madinah menyebutnya bukan dengan jabal magnet (bukit magnet), tetapi Manthaqotul Baido (tanah putih).

Jabal magnet terletak diluar wilayah haram, kawasan ini ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota Madinah. Untuk mengakses ke arah jabal magnet melalui hamparan pasir, pepohonan dan gunung berbatu menambah keindahannya. Konon jabal magnet ini merupakan pusat magnet terbesar didunia, hal ini dirasakan dari daya magnet terhadap mobil yang dalam posisi perseneling netral, mobil dapat melaju kencang. Sebaliknya, kendaraan yang melintas menuju di jabal magnet akan terasa berat, karena terjadi arus tarik menarik.

Jalan-jalan di kota Madinah menurun, namun kondisinya tidak curam, yang mengherankan, ketika kendaraan terus melaju dengan kecepatan tinggi hingga mencapai 120 KM/jam, meski mesin mobil dimatikan. Namun, keajaiban yang ada di tanah suci itu hanya berlangsung sekira 2-3 kilometer.

Melihat fenomena yang ada itu, membuat kita bertanya-tanya akan keajaiban dari ciptaan Allah. Hanya Dialah yang mengetahui rahasia dibalik semua ciptaannya.

 

 

 

  1. Masjid Quba

 

Di Madinah ada banyak tempat bersejarah yang penting untuk diziarahi. Salah satunya Masjid Quba. Inilah masjid yang batu batanya dipikul Nabi Muhammad SAW sendiri. Masjid Quba terletak di perkampungan Quba, kira-kira 3 kilometer dari arah selatan Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA).

Mengunjungi masjid ini, dari kejauhan akan terlihat empat menara putih tinggi menjulang. Setelah dekat terlihat pohon kurma mengelilingi masjid.Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah ketika beliau hampir sampai di yastrib ( nama kota Madinah sebelum di ubah) dalam perjalanan hijrahnya, masjid ini terletak ± 5 KM tenggara dari kota madinah. Masjid Quba’ dibangun nabi pada hari senen tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun pertama hijrah atau 13 tahun dari kenabian Rasulullah (20 September 622M), kala melaksanakan perjalanan hijrah bersama sahabat Abu Bakar, setibanya di Quba beliau disambut dengan meriah oleh penduduk Quba,. kemudian beliau tinggal dirumah Kalsum bin hadam dari kabila Aamir bn Auf, Di lahan kalsum inilah Rasulullah membangun masjid yang peletakan batu pertamanya dilakukan Rasulullah sendiri dan dilanjutkan oleh sahabat-sahabatnya. Dizaman Rasulullah, masjid ini mengalami dua kali perbaikan.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah sering mengunjungi masjid Quba dengan berkendaraan atau berjalan kaki, sampai disana beliau sholat dua rakaat. Kunjungan beliau sering dilakukan di hari sabtu. Masjid ini sekarang cukup megah dan luas serta mempunyai enam kubah. Tempat parkir sangat luas dan dihiasi dengan taman-taman sehingga menambah keanggunan masjid ini.

Masjid pertama yang dibina dalam sejarah Islam berasaskan Taqwa dan Iman yang padu. Dalam satu riwayat yang sahih Rasulullah selalu ke Masjid Quba pada tiap-tiap hari sabtu samaada dengan menaiki unta ataupun berjalan kaki. Adakalanya Rasulullah pergi pada hari Isnin dan Khamis. Rasulullah juga bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang berwudhu dirumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba untuk  bersolat, akan diberi pahala seperti menunaikan Umrah.”

 

 

Lokasi:

Masjid ini terlatak diperkampungan Quba kira-kira 3KM dari arah selatan Bandar Madinah. Nama Quba di ambil nama dari sebuah telaga yang berada ditempat itu. Masjid ini berbentuk empat persegi dan luas kawasannya kira-kira 5035 meter persegi

 

Sejarah Masjid Quba:

Ketika Rasulullah tiba diperkampungan Quba dalam perjalanan Hijrah dari Makkah ke Madinah, Baginda tinggal disana empat hari bersama Bani Amru bin Auf dirumah Kalthum bin Al-Hadm. Pada hari pertama itulah baginda terus membina Masjid Quba yang menjadi masjid pertama dibina dalam sejarah umat ini.

Tempat solat Rasulullah. Mihrab yang ada sekarang bukanlah tempat solat Rasulullah. Menurut ahli sejarah As Samhudi dan Ibnu Abi Laila, tempat solat Rasulullah terletak dibahagian timur tiang yang rosak dan barisan tiang baru telah diletakkan berhampiran Mihrab itu.

 

  1. Masjid Jum’ah.

Masjid ini terletak 700 meter sebelah utara dari masjid Quba’. Di lokasi ini pertama kali Rasulullah melakukan sholat Jum’at. Diriwayatkan, setelah empat hari Rasulullah tinggal di Quba, beliau melanjutkan perjalanannya kembali ke kota yastrib, bertepatan ketika itu hari Jum’at. Ketika sampai pada sebuah wadi di kampung Bani Salim ibnu Auf beliau mengajak semua pengikutnya untuk melaksanakan sholat Jum’at berjama’ah dan beliau sendiri yang mengimami dan itulah yang pertama sekali sholat Jum’at dalam islam yang terjadi pada tahun pertama hijrah.

 

  1. Masjid Kiblatain

Masjid Qiblatain adalah masjid berkiblat dua, terletak disebelah barat laut Kota madinah berjarak 4 KM. Saat itu hari senen bulan Rajab tahun kedua Hijrah, tepatnya bulan ke tujuh belas sejak Rasulullah tinggal di madinah, beliau berkunjung ke kampung bani Salamah untuk suatu ta’ziyah.

Tuan rumah sangat senang dengan kehadiran Rasulullah dan menyediakan makanan besar, serta memohon Rasulullah bersedia menerima hidangan yang disediakan. ketika waktu dluhur tiba, Rasulullah sholat dluhur berjama’ah ketika itu kiblatnya adalah masjidil Aqsa di Palestina, ketika shalat dapat dua raka’at turunlah wahyu Surat al Baqarah ayat 144, yaitu “Sungguh Kami (sering) melihnat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kamiakan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu kearah Masjidil haram.Dan di mana saja kamu berada palingkanlah mukamu ke arahnya.”.

Setelah menerima wahyu tersebut, Nabi menghentikan sementara jama’ah shatlanya, kemudian mengajak makmumnya untuk meneruskan shalatnya dengan berganti arah kiblat menghadap ke Ka’bah di masjidil haram. Kemudian rumah tersebut oleh yang empunya dijadikan masjid dengan nama masjid Qioblatain. Bangunan ini sekarang menjadi salah satu bangunan mesjid yang mewah.

 

  1. Masjid Sahabat

Disekitar Masjid Nabawi terdapat beberapa masjid yang diberi nama sahabat utama nabi, yaitu masjid Abu Bakar, masjid Umar, Masjid ali bin Abi thalib dan lainnya. masjid-masjid ini dulunya merupakan tempat tinggal yang kemudian diabadikan ssebagai bangunan masjid.

Masjid Abubakar, dengan bangunan yang sederhana hanya memiliki satu kubah dan satu menara. Ruangan dalam masjid ini berbentuk lingkaran sesuai dengan bangunan kubah. Sehingga bagi orang didalam masjid bagaikan shalat dibawah tangkuban setengah bola raksasa. masjid Umar, dengan bangunan yang agak megah juga memiliki satu kubah dan satu menara. Kubah di masjid ini dihiasi ornamen yang mirip dipasang di masjid nabawi.

Masjid Ali, bangunannnya agak merah, memiliki tujuh buah kubah dan satu menara.. Masjid Sab’ah atau Masjid Tujuh disebut juga dengan masjid Khamsah atau Masjid Lima adalah sekelompok masjid yangjumlahnya ada tujuhbuah yang terletak dikaki bukit Sa;a yaitu  3 KM disebelah barat laut Masjid nabawi.

Ketika perang khandaq (parit) yakni pada bulan Syawal tahun kelima Hijrah, Rasulullah serta kaum muslimin atas saran Salaman Al Farisi membuat benteng pertahanan berupa parit (Khandaq) dengan tujuh pos pertahanan, yang dijaga sahabat-sahabat. Rasulullah . Untuk mengenai peristiwa tersebut, di bekas pos pertahanan tersebut didirikan masjid dengan nama sahabat nabi yang menempatipos pertahanan tersebut. Kini, hanya tinggal lima pos pertahanan dan dilokasi sekitar masjid-masjid ini sangat indah sekali karena berupa taman yang penuh dengan pepohonan dan bunga.

 

  1. Pemakaman Al Baqi

 

Maqbarat Al-Baqi’ (مقبرة البقيع, Pemakaman Al-Baqi’) Jannatul Baqi‘ merupakan sebuah komplek pemakaman di kota Madinah, Arab Saudi, yang letaknya persis melewati Masjid Nabawi, area bagian tenggara dari masjid. Pemakaman ini juga dikenal sebagai Jannatul Baqi’ (جنة البقيع). Nama ini berarti “Taman Surga”. Nama lain yang dikenal adalah Baqi’ Al-Gharqad.

Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun tepat di mana Nabi Muhammad biasa menjalani kehidupannya dan membangun masjidnya di mana saat ini beliau dimakamkan. Karena itu pemakaman ini memiliki banyak arti penting. Di tempat itu dimakamkan jasad para sahabat dan keluarga Nabi saw. Riwayat menyebutkan bahwa Nabi melakukan doa setiap kali beliau melewati pemakaman.

Pada masa pembangunan Masjid Nabawi, As’ad bin Zararah, salah seorang sahabat Nabi wafat. Nabi Muhammad memilih daerah sebagai pemakaman dan As’ad adalah orang pertama yang dimakamkan di pemakaman Al-Baqi’ dari kalangan Anshar. Riwayat lain menyebutkan sahabat pertama yang dimakamkan di Al-Baqi’ adalah Utsman bin Madhun wafat tahun 3 H.

Makam pada Masa Utsmaniah

Perluasan makam pertama dalam sejarah dilakukan oleh Muawiyah I, pemimpin Umayyah pertama. Dia membeli tanah tetangga yang luas di mana Utsman bin Affan dimakamkan sehingga berada di dalam pemakaman Al-Baqi. Umayyah membangun kubah pertama di Al-Baqi di atas kuburan Ustman bin Affan. Beberapa waktu kemudian dalam sejarah ada begitu banyak kubah dan bangunan yang dibangun di atas kuburan terkenal Al-Baqi’.

Penghancuran Makam

Sejak 1205 H hingga 1217 H kaum Wahabi mencoba menguasai Jazirah Arabia namun gagal. Akhirnya 1217 H mereka berhasil menguasai Thaif dengan menumpahkan darah Muslim yang tak bersalah. Mereka memasuki Mekah tahun 1218 H dan menghancurkan semua bangunan dan kubah suci, termasuk kubah yang menaungi sumur Zamzam. Tahun 1221, kaum Wahabi masuk kota Madinah dan menajiskan Al-Baqi dan semua masjid yang mereka lewati. Usaha menghancurkan makam Rasulullah berhenti karena protes masyarakat Muslim dunia.

Pada hari Rabu 8 Syawal 1345 H bertepatan dengan 21 April 1925, pemakaman Jannatul Baqi’ dihancurkan oleh Raja Abdul Aziz bin Saudi dari Arab Saudi. Pada tahun yang sama, ia juga menghancurkan makam manusia suci di Jannatul Mualla (Makkah) di mana ibunda Nabi Muhammad (Sayyidah Aminah as), istri Nabi, kakek dan leluhur Nabi dikuburkan. Kejadian ini menimbulkan protes dari masyarakat Muslim dunia.

Penghancuran situs suci di Hijaz oleh Saudi, yang diawali oleh Muhammad bin Abdul Wahhab berlanjut hingga sekarang. Keluarga Kerajaan Arab Saudi mempraktikkan bentuk Islam kaku yang disebut Wahhabisme, dan telah melakukan pemusnahan terhadap makam tersebut. Hasilnya, kitab dan peta yang ada di makam disita oleh penguasa. Meski demikian, makam orang-orang suci ini tetap dikunjungi oleh peziarah dan pemakaman juga berlanjut di pemakaman ini.

Banyak kaum Syiah yang melanjutkan untuk mengenang hari itu ketika Dinasti Saud menghancurkan pemakaman Al-Baqi’, semata-mata karena di sanalah dimakamkan keluarga Nabi Muhammad saw. Mereka menyebut hari itu (8 Syawal) sebagai Yaum Al-Gham (Hari Kesedihan). Kaum Syiah terus melakukan protes kepada pemerintah Saudi atas penghancuran ini.

Gambaran Pemakaman Jannatul Baqi’

Umar bin Jubair melukiskan Al-Baqi saat ia berkunjung ke Madinah berkata, “Al-Baqi’ terletak di Timur Madinah. Gerbang Al-Baqi’ akan menyambut Anda saat tiba di Al-Baqi’. Saat Anda masuk kuburan pertama yang Anda lihat di sebelah kiri adalah kuburan Shafiah, bibi Rasulullah. Agak jauh dari situ terletak pusara Malik bin Anas, salah seorang Imam Ahlus Sunnah dari Madinah. Di atas makamnya didirikan sebuah kubah kecil. Di depannya ada kubah putih tempat makam putra Rasulullah, Ibrahim.

Di sebelah kanannya adalah makam Abdurahman bin Umar putra Umar bin Khatab, dikenal sebagai Abu Syahma. Abu Syahma dihukum cambuk oleh ayahnya karena minum khamar. Hukuman cambuk untuk peminum khamar seharusnya tidak hingga mati. Namun Umar mencambuknya hingga ajal merenggutnya. Di hadapan kuburan Abu Syahma adalah makam Aqil bin Abi Thalib dan Abdulah bin Ja’far Ath-Thayyar. Di muka kuburan mereka terbaring pusara istri Rasul dan Abbas bin Abdul Mutalib.

 

Makam Imam Hasan bin Ali, terletak di sisi kanan dari gerbang Al-Baqi’. Makam ini dilindungi kubah tinggi. Di sebelah atas nisan Imam Hasan adalah makam Abbas bin Abdul Muthalib. Kedua makam diselimuti kubah tinggi. Dindingnya dilapisi bingkai kuning bertahtakan bintang indah. Bentuk serupa juga menghias makam Ibrahim putra Rasulullah. Di belakang makam Abbas berdiri rumah yang biasa digunakan Fatimah binti Rasulullah as. Biasa disebut “Bait al-Ahzân” (Rumah Duka Cita). Di tempat ini putri Rasulullah biasa berkabung mengenang kepergian ayahnya tercinta Rasulullah saw. Di ujung penghabisan Al-Baqi’ berdiri kubah kecil tempat Utsman dimakamkan. Di dekatnya terbaring ibunda Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Asad.”

Satu setengah abad kemudian pengelana terkenal Ibnu Batutah mengunjungi Al-Baqi’ dan menemukan Al-Baqi’ tidaklah berbeda dengan yang dilukiskan Ibnu Jubair. Ia menambahkan, “Al-Baqi’ adalah kuburan sejumlah kaum Muhajirin dan Anshar dan sahabat nabi lainnya. Kebanyakan mereka tidaklah dikenal.” (Hakikat Wahabi)

Atas (Makam Abbas) – Kiri ke Kanan (Makam Imam Hasan, Ali Zainal Abidin, Muhammad Al-Baqir, Ja’far Ash-Shadiq)

Pribadi Penting di Jannatul Baqi’

Di antaranya adalah keluarga langsung Nabi Muhammad saw: Seluruh istri Nabi yang disebut Ummul Mukminin termasuk Aisyah, Hafshah, Zainab, dan lain-lain terkecuali Khadijah binti Khuwailid dan Maimunah binti Al-Harits. Makam Fatimah Az-Zahra, putri Nabi yang tidak diketahui posisinya, begitu juga dengan Ruqayah putri Nabi yang lain.

Kemudian Ibrahim, putra Nabi Muhammad dari Maryam Al-Qibthiah. Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi saw. Bibi dari Nabi Muhammad seperti Shafiah dan Atikah. Begitu juga dengan bibi Nabi Muhammad yang lain, Fatimah binti Asad, yang juga ibu dari Ali bin Abi Thalib. Dari keluarga Ahlul Bait: Hasan bin Ali, cucu Nabi, putri Fatimah dan Ali (Imam Kedua Ahlul Bait), Ali Zainal Abidin (Imam Keempat), Muhammad Al-Baqir (Imam Kelima), Ja’far Ash-Shadiq (Imam Keenam).

  1. Masjid Nabawi

Masjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota MadinahArab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya.

Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah. dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah , setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah . tiba di Madinah, yalah di tempat unta tunggangan Nabi . menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah . untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau.

Awalnya, masjid ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m Rasulullah . turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para shahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.

Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup. Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah. Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid.

Setelah itu berkali-kali masjid ini direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattabpada tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 m² pada tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd pada tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 m², ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jemaah.

 

Keutamaan Masjid Nabawi

 Keutamaan Masjid Nabawi diantaranya ialah:

  • Dianjurkan datang ke masjid Nabawi terlebih dahulu bagi musafir yang pulang bepergian
  • Masjidnya diasaskan atas dasar taqwa
  • Pahala salat dilipatgandakan
  • Pahala bagi orang yang salat 40 raka’at di masjid Nabawi
  • Tidak boleh meninggikan suara
  • Keutamaan siapapun yang datang ke masjid Nabawi baik sebagai pengajar maupun pelajar
  • Raudhah termasuk tempat yang mulia
  • Mimbar berada di atas telaga Rasulullah SAW.
  • Mimbar tempat Rasulullah SAW berkhutbah berada di bawah pintu surga
  • Tangisan dan rajukan batang tamar
  • Tiang-tiang mimbar masjid menjadi tiang-tiang di dalam surga
  • Hukuman bagi siapa saja yang bersumpah palsu di mimbar

 

[1]Van Hoeve, Ensiklopedi Islam (Jakarta, Ichtiar Baru, 2001) hlm., 101

[2]Soekama karya. dkk. Ensiklopedi mini sejarah dan kebudayaan islam. (Jakarta : logos, 1996). Hlm. 81

[3]M. Abdul Karim. Sejarah Kebudayaan Islam, (Yogyakarta : Pustaka Book Publisher, 2007), hlm. 49-50

[4]Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah diterjamahkan oleh Kathur Suhardi, (Jakarta : Pustaka AL-Kausar, 1997), hlm. 62

[5]Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Dirasah Islamiyah II, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 54

About cemoro sewu

im just a little boy.... "Ini Memang Aku" Aku memang tidak pandai berbahasa arab, apa lagi hafal Al-Qur'an Aku juga bukan anak sholeh yang tanpa kekurangan Tapi apakah kamu menyadari kesempurnaan hanya milik-Nya??? Aku memang berilmu sedikit, Tapi aku berusaha bersungguh sungguh untuk mengamalkan apa yang sudah ku pelajari,. Aku juga bukan orang berilmu, Tapi aku selalu memiliki kemauan untuk menjadi orang berilmu dan mendalami ajaran agama-Nya Aku tidak juga pandai berteori, jago berbahasa, hafal beratus ratus Hadist, Tapi aku slalu berusaha mencari tau mana yang halal dan mana yang haram untuk kuterapkan, mengaplikasikan dalam kehidupanku. Aku juga bukan dari kalangan orang kaya dan bergelimang harta, Tapi aku bersyukur untuk kehidupan kami yang sederhana, bahkan aku tersenyum jika ada yang menyebut kami miskin, karena itu membuktikan dan menjauhkan kami jauh dari fitnah rejeki haram. aku merasa kasihan mendengar celoteh orang orang yang berkata : " buat apa kita beribadah ?? apa kita yakin ibadah kita di terima apa tidak??" seharusnya lebih baik mereka berkata : " kewajiban kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Tuhan,urusan di terima ataupun tidak di terima itu merupakan urusannya Tuhan..." yah memang ini lah aku... yang tak tahu apapun itu...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: