RSS Feed

Wayang Kulit – Uniknya Orang Indonesia

Gambar

Titi kolo mongso, sak meniko kadipaten dujo ingkang minulyo gumebyar marang sang dewi purnomo… treng treng treng blak blak blak…- wayang wayang  bermunculan di layar putih, memutar cerita di balik wengi…

benar betul sang dalang mementaskan wayang kulitnya, memakai seluruh imaji serta energi guna menghidupkan suasana pewayangan di sekitar ribuan pasang mata yang melihat, sinden serta pemusik seperti memiliki ikatan batin sehingga musik yang di hasilkan selaras dengan setiap hembusan nafas dalang, nafas panglimunan…

pentas pewayangan biasanya memakan waktu semalaman, bahkan ada yang tiga hari tiga malam, pentas ini diawali dengan suara indah sinden, kemudian si sinden menarikan remo, meliuk liukan pinggulnya yang indah, layaknya aliran air di sungai, dan di lanjutkan dengan pertunjukan sang dalang, pewayangan biasanya datang pada saat saat tertentu seperti sedekah bumi, walimahan, atau yang lainnya. kebanyakan pewayangan masih terjaga tradisinya di daerah pedesaan, makanya tak heran banyak di antara mereka membunuh waktunya, juga sebagai ajang buat re freshing otak untuk melihat pewayangan, seperti aku …

namun kali ini aku yang duduk bersandar di bawah pohon pelem ( mangga ) yang berjarak sekitar lima meter dari panggung, namun dengan jarak seperti ini aku pun tak mampu fokus melihat pementasan itu, memang benar rasa penasaran telah membawaku ketempat ini, namun otak tak mau di ajak kerja sama, bukan karena aku belum sarapan malam, bukan juga karena aku telat sowan marang Gusthi Pengeran ( sholat isya’ ).

suara dalang tiba tiba meninggi, seraya memaki, kedua tangannya mulai memutar balikkan wayang kulit,  sepertinya adegan kali ini tentang pertarungan dua kubu, yang kata orang orang di sampingku ini pertarungan antara dasamuka  dengan arjuna yang terkenal dengan ajian ajian mematikannya… blyarrr!! pemusik mulai memerankan fungsinya,  mendukung agar suasananya pas di dengar oleh telinga.

tersenyum simpul, aku berusaha memahami bahasa dalang yang memakai bahasa kraton, namun apalah guna, lah wong organ yang berfungsi untuk memahami ( otak ) sedang sibuk memikirkan hal yang lain, sepertinya otak sangat serius dengan hal tersebut,

ku coba memanggilnya secara halus, namun tak di gubris, ku panggil lagi agak keras, bahkan  sampai tiga kali baru dia merasa, kemudian melengos ke arahku, ku lambaikan tangan ke arahnya, isyarat memanggil… sambil menganggukkan kepalanya sang otak pun menghampiriku…

aku sekali lagi membenarkan sandaranku di batang pohon pelem, merapikan kedua kakiku yang sudah tak nyaman dengan posisi pertama, si otak duduk manis tawadu’ di samping kiriku, menunggu sepatah kata dari mulutku.

“Hai otak…”

“Dalem bos …”

” mau beli minum apa otak?? mumpung di sana banyak yang jualan”

“mboten bos, saya masih kenyang, eh maksud saya masih belum haus ” jawab otak grogi

” ndak usah malu otak, mau kopi kan?? aku pengen kopi nih, katanya kopi daerah sini terkenal nikmatnya, jadi tolong pesenin satu ea, aku kopi susu, kamu terserahlah yang penting harus pesen”

” nggeh bos..”

otak berlalu menjauh, setelah beberapa  sesaat kemudian ia kembali membawa dua cangkir, secangkir di tangan kanan otak merupakan kopi susu pesananku, serta di tangan kirinya terlihat sesuatu yang di pesannya, …

” kamu pesan apa otak??”

” anu bos, saya cuma pesan susu spesial aja, kan seperti kata iklan di tipi, susu itu baik buat perkembangan otak dan si tulang”

ku tersenyum, sambil merapikan rambut otak yang terlihat berantakan. ku persilahkan otak duduk di sampingku untuk  kemudian meminum  susu spesialnya, aku pun menyruput kopi yang entah sejak kapan aku mulai bisa menikmati sensasi kopi yang khas, atau mungkin sejak aku memulai hobi touring ke semua kota di jawa timur, mencari suasana baru, membuat dena peta di otakku, bersilaturrahmi ke temen temen jauh, yang mana mereka selalu menyuguhkan secangkir kopi yang nikmat, senikmat ketika terngiang senyuman manismu…

penonton tertawa serentak, tampa komando mereka terpingkal pingkal oleh guyonan sang dalang kondang, bahkan ada di antara mereka yang terkencing kencing, lari terbirit birit sehingga menjadi guyonan tersendiri bagi mereka yang menyadarinya.

sang otak masih merenung dalam pikirannya, seolah susu spesial yang ia minum menambah gairah serta rangsangan pada dirinya sehingga semakin tajam pula pikirannya. ku rasa besok besok aku harus mencoba membiasakan diri untuk minum susu spesial, demi kebaikan tubuhku, ea meski sekarang susu dan mulutku masih bermusuhan ( ndak doyan ) tapi tetap aku ingin mendamaikan mereka berdua suatu saat nanti…

” hei jangan ngelamun, ntar kesambet loh…” guyonku.

“eh, nggeh bos ngampunten hehe ” sambil memperlihatkan wajah polosnya, wajah tampa dosa

” otak, sejak tadi aku memperhatikan sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu, benerkan??”

“……” masih diam tertunduk lesu

”  heh otak, jangan tidur!!!”

” mboten bos, sepertinya saya ragu mau matur ( bilang ) ke njenengan tentang apa yang ada dalam pikiran saya ” dengan suara kalem otak mulai angkat bicara.

“loh  kenapa ragu coba?? wong kamu itu di lahirkan di dunia bareng sama aku kan?? bahkan ketika aku masih berumur 4 bulan di kandungan umi Nina, Gusthi Pangeran sudah meniupkan roh ke janin tersebut, yang mana organ yang terlihat sempurna pada saat itu yoh kamu itu, sang otak..”

” hehe, nggeh bos koq baru tahu saya. samean tahu dari mana informasi tersebut??”

“nde nde jangan salah, aku ini lulusan IPA tau’, meski ternyata aku malah masuk kuliah di jurusan yang nggak ada sangkut pautnya dengan IPA tapi aku masih suka IPA!!, wes jangan nyeliwer maneh, ( mengalihkan perhatian ) ndang di jawab pertanyaanku tadi, apa yang sedang kamu pikirkan??”

pemusik mulai lagi memainkan alat musik, di susul si sinden berduet menyanyikan lagu “Someone Like You” yang melegenda, tentu dengan arasemen yang khas dari cengkok sinden, kali ini dalang mementaskan episode ketika dewi sinta yang kangen berat sama raja Rama penguasa Negara Mayapadya yang tak lama pulang karena berperang, namun dewi sinta tetap setia padanya, sesetia bintang pada rembulan, sesetia penonton menanti akan kelanjutan cerita si dalang,

episode kali ini sangat di hayati para penonton, sehingga kebanyakan dari mereka sesenggukan tak karuan meneteskan air matanya. Mungkin ini sebabnya kenapa tissue di Indonesia tetap laris manis – karena cinta selamanya  tak akan pernah mengering.  kebetulan pula alunan lagu Adele Someone Like You ini sangat cocok sebagai pengiring cerita yang akan di ceritakan otak kepada bosnya, aku…

“bos, samean percados ( percaya ) ternyata orang Indonesia itu aneh aneh?”

“hmm?? haha memangnya kenapa otak?? apa ada yang salah tentang konsep yang selama ini kamu pahami tentang orang indonesia??”

“bener bos, aku mulai berfikir ulang tentang konsep  yang selama ini aku yakini kebenarnanya tentang orang Indonesia , gara gara ea mulai banyak penyimpangan yang sangat nyata di negara ini, juga kebiasaan kebiasaan yang nyeleneh tapi sudah sangat sangat dianggap lumrah…”

“hehe kayake kali ini kamu memberiku sebuah pembahasan menarik otak, coba seh kamu jabarkan semua yang menjadi ganjalan di otakmu kepadaku…”

sang otak ketika selesai mendengarkan sabdaku, ia menarik nafas dalam dalam untuk menenangkan pikirannya, memilah kalimat yang baik untuk di sampaikan kepadaku… aku pun menyruput kopi susuku yang entah sudah berapa kali ku minum, sehingga tinggal setengahnya saja, tak terasa…

0o0

Gambar

alunan gamelan pertunjukan wayang memainkan tembang tembang legenda di jawa, tembang tembang ini sudah ratusan tahun bertahan, dan entah sudah ratusan juta kali bahkan mungkin lebih mereka di mainkan oleh para musisi, seperti tembang gambuh, macapat, dan kinanthi, meski tembang ini sudah retro namun mereka masih sangat nyaman ketika sampai di telingaku.  kali ini penonton akan memasuki sesi kedua dalam cerita pewayangan tersebut, yang mana dalang mengeluarkan empat wayang bersaudara sekaligus, mereka adalah sang panakawan semar gareng petruk dan bagong…

“ heh bagong, gareng, petruk, wes krungu ( dengar ) berita pembantaian di pamekasan?? Kasian yoh mosok gara gara beda aliran wes akeh jatuh korban?? Padahal sak agomo loh, agomo islam, sing jarene seh agomo kasih saying, tapi koq…”

“bukan gara gara beda aliran semar, aku mau krungu nang tipi iku jarene pengurus NU ( nahdatul udud ) amergo adik kakak royokan pondok pesantren sing ketepaan adik kakak iku mau bedo  aliran, si’ah lan sunni…”

“oalah dadi syi’ah iku aliran sesat ta?? Koq iso sampek koyok ngunu??”  saut petruk..

“ kabeh munafik, kabeh munafik!!! aku gag setuju nek ajaran syi’ah di tolak, lah nyatane onok beberapa ajaran sy’ah sing di amalno karo wong NU ( nahdatul udud ) koq…”

“ loh sing genah neg ngomong reng?? Ajaran opo coba??”

“ lah iku  peringatan mauled nabi Muhammad, sopo sing memrakarsai?? Wong  sing  memprakarsai mauled nabi jenenge  sultan salahuddin ( gubernur irak), iku wong syi’ah!! tapi tetep di amalno karo wong sunni kan?? Tambahan maneh tentang pembantaian karballa ( pembantaian anak cucu nabi Muhammad ) dan ….”

“wes wes… nek di terusno dowo terusane iki reng…” semar menenangkan gareng yang sudah menggebu gebu menjelaskan tentang sunni syiah.

“lah terus inti dari masalah ini opo toh yoh?? Dadi bingung aku, sebel sebel!!!” bagong mangkel…

“ ahem,  heh panokawan, intine nek pengen gag ada konflik lagi dalam beragomo, yoh agomomu iku ojok mbok peluk tok!! Di setubuhi mesisan  kalo perlu, di sejiwai ben Gusthi Pengeran gag mok kroso nang lathimu tok, nang atimu barang!!”

Tiba tiba wayang gantheng datang menceramahi panakawan itu, seketika panakawan tertunduk hormat menikmati sabda ingkang minulyo bapak superman…#loh!!

Penonton sekali lagi tertawa di buatnya, memahami alur cerita si dalang yang menyindir konflik yang akhir akhir ini sering muncul dan masih hangat di layar  tipi. Tapi yang jadi pertanyaannya kenapa si superman ikut ikutan ngurusi masalah yang ada di Indonesia?? Ah aku tahu, pasti si superman nganggur kan??

masih di bawah pohon pelem yang tak seberapa tinggi, namun daunnya sangat rimbun, terlihat bunga bunga pelem mulai tersenyum manis, seakan akan mereka kangen menanti serbuk bunga “jantan”  pelem untuk  selanjutnya mereproduksi buah pelem, pelem ( mangga ) tergolong kelompok buah batu berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) beraneka. Bentuk pelem ada yang bulat penuh, seperti pelem gedong, dan bulat panjang, seperti pelem harumanis dan pelem manalagi, Pelem kopek berbentuk bulat pipih, sedang pelem golek lonjong.

Sebagian besar energi pelem berasal dari karbohidrat berupa gula, yang membuatnya terasa manis. Kandungan gula ini didominasi oleh gula golongan sukrosa. Kandungan gula dalam pelem berkisar 7-12 persen. Namun, jenis pelem manis dapat mencapai 16-18 persen.

mungkin itu yang bisa ku jabarkan tentang pelem, terlalu panjang lebar?? terserah kalianlah lah wong aku juga sebenarnya ndak doyan doyan amat sama pelem, namun yang bisa aku nikmati dari pohon pelem saat  ini ialah batangnya bukan pelemnya, terasa sangat nyaman untuk di jadikan sandaran punggung, menikmati cerita panakawan yang kaget oleh kedatangan superman, menikmati alunan musik pewayangan, dan menikmati suasana pedesaan …

tiba tiba sang otak mulai memuncratkan seliter air liurnya ke wajahku, agak terasa basah sih, ini bertanda ia mulai ngoceh ngalor ngidul ( kemana mana ) tentang apa yang ada di otaknya otaku..

“bos, aku masih tak habis berfikir tentang orang Indonesia, mereka semua gaya tok!! …”

“hem hem,…terus…” sambil memainkan jenggot yang masih cukul sedikit

“orang Indonesia iku orang-orang yang selalu merasa lebih pintar dari orang lain, padahal yoh sama sama gobloke bahkan ada yang lebih bodoh lagi. Mereka juga selalu merasa lebih religius dari orang lain, sok alim lah bos, padahal ilmune yoh cethek ( dangkal ). Mereka juga selalu merasa lebih tahu segalanya, padahal yoh preketek, eh samean ngerti preketek ta bos??” otak melirik ke arahku, namun belum sempat aku menjawab dia sudah nyrocos lagi…

“ orang Indonesia iku orang-orang yang selalu merasa yang paling benar, orang-orang yang selalu protes, orang-orang yang tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada bener kan bos??”

Ku cuma tersenyum kecut, guetun poll, ( menyesal ) kenapa yoh aku mau menyuruh otak mengeluarkan uneg unegnya, bisa bisa ketiduran lagi aku, jambret jambret!!!…

“Aku baru menemukan fakta kenapa macet bisa menjadi tren di Jakarta bos, itu gara gara sepeda montor, jadinya aku melok mangkel sama sepeda motor bos!! pengendara motor iku selalu ada di barisan terdepan di lampu merah, selalu kabur ketika melakukan kesalahan, selalu lebih galak walaupun sebenarnya dia yang salah, selalu tergesa-gesa seperti dikejar setan dan tidak pernah mau disalahkan, tidak pernah mau mengalah, dan tidak pernah taat aturan… pengendara sepeda montor mana lagi kalau bukan orang Indonesia!!!”

“ hei hei aku iki wong Indonesia otak, aku yoh suka touring sepeda motoran, sebenere kamu itu niat nyindir orang Indonesia apa nyindir aku hah!!??”

“hehehe…..”

“ ohh semprull…”

“ gimana bos bisa menanggapi kegelisahan yang ada pada diri saya??” Tanya otak, tetep dengan wajah yang tampa dosa.

( menarik nafas dalam dalam ) “ memang bener apa yang kamu jelaskan otak, semua itu tumplek blek ada pada diri orang Indonesia, yoh termasuk aku… tapi ingat selain sisi negative yang kamu jabarkan itu, ternyata ada sisi positive yang mana hanya orang Indonesia lah satu satunya yang bisa melakukan hal tersebut… pengen tahu??”

otak mengangguk dengan semangat, sesemangat dalang akan mengakhiri pementasaanya, sesemangat penonton menyimak hingga akhir cerita…

“tahu nggak, ciri khas dari orang Indonesia adalah molor, namun sebenarnya juga memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi terhadap keluarga, suku, agama, dan negaranya. Jadi kalau ada pihak yang coba mengusik salah satu saja dari ketiga unsur tersebut, maka mereka bakal bahu-membahu untuk melakukan perlawanan otak. Nah mereka juga selalu Bersikap ramah terhadap tamu atau pendatang, tak heran orang barat memberi gelar orang teramah nomor satu sedunia, namun efek sampingnya itu mereka suka basa-basi dulu sebelum mengutarakan maksud yang dituju. Persis seperti dirimu…”

Meminum sisa kopi susuku yang sudah anyep…

“otak, biasanya orang indonesia itu mempersilahkan makan kepada orang lain ketika hendak makan, meskipun orang lain tersebut tidak dikenal sekalipun. Contoh kalimatnya seperti ini, “Mari pak.. bu.., makan” dan orang akan membalas dengan kalimat, “Oya! Silahkan mas mbak…”

Sambil magut magut otak mengerti…

“dan masih banyak lagi fakta yang unik bagi orang Indonesia seperti pilem di tipi tipi, yang mana hamper 80% tayangan di tipi adalah sinetron yang tak mendidik, film horror paling laris di lihat, anak kecil hafal sangat music pop, coba di tes lagu kebangsaan, pasti ngowo tok..!!”

“ sudahlah otak, kamu terima saja sebagai bagian dari orang Indonesia, karena aku juga orang Indonesia, aku juga suka sepeda motor…”

“tapi bos….”

“ ga pakai tapi tapian, jangan nawar karena ini bukan pasar !!”

“anu bos…”

“ona anu ona anu…”

…………………..

Terdengar lagi tembang separuh aku dari NOAH, tentu dengan cangkok khas dari para sinden, dalang pun mengemasi wayang kulitnya, menghitungnya kembali, wajahnya terlihat mulai cemas, karena mendapati dua wayang kulitnya tidak di temukan…

Sang dalang mencari kesana kemari, di bantu para kru pemusik dan sinden, bahkan penonton pun tak sedikit yang membantu mencari apa yang di cari oleh dalang…

Tiba tiba…

“ Oi dalaaaaaaang!! Ini ta wayangmu???”

Akhirnya dua wayang yang di cari pun di temukan tepat di bawah pohon pelem yang berjarak 5 meter dari panggung, yang juga terdapat dua sisa gelas di sana, …

JALT – cemoro sewu

About cemoro sewu

im just a little boy.... "Ini Memang Aku" Aku memang tidak pandai berbahasa arab, apa lagi hafal Al-Qur'an Aku juga bukan anak sholeh yang tanpa kekurangan Tapi apakah kamu menyadari kesempurnaan hanya milik-Nya??? Aku memang berilmu sedikit, Tapi aku berusaha bersungguh sungguh untuk mengamalkan apa yang sudah ku pelajari,. Aku juga bukan orang berilmu, Tapi aku selalu memiliki kemauan untuk menjadi orang berilmu dan mendalami ajaran agama-Nya Aku tidak juga pandai berteori, jago berbahasa, hafal beratus ratus Hadist, Tapi aku slalu berusaha mencari tau mana yang halal dan mana yang haram untuk kuterapkan, mengaplikasikan dalam kehidupanku. Aku juga bukan dari kalangan orang kaya dan bergelimang harta, Tapi aku bersyukur untuk kehidupan kami yang sederhana, bahkan aku tersenyum jika ada yang menyebut kami miskin, karena itu membuktikan dan menjauhkan kami jauh dari fitnah rejeki haram. aku merasa kasihan mendengar celoteh orang orang yang berkata : " buat apa kita beribadah ?? apa kita yakin ibadah kita di terima apa tidak??" seharusnya lebih baik mereka berkata : " kewajiban kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Tuhan,urusan di terima ataupun tidak di terima itu merupakan urusannya Tuhan..." yah memang ini lah aku... yang tak tahu apapun itu...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: