RSS Feed

ketika otak, jiwa dan hati menghiburku

 

 

otakku sore ini berjalan di depan teras, ia bersama kesunyian bermain main dalam dunia pikiran, memahami kenapa hujan tak kunjung datang, padahal sudah waktunya untuk bertamu di bumi pertiwi…

 

otakku juga berfikir, kenapa aku, sang bos melamun di sudut pintu penyesalan, sepertinya otakku merasa sangat kasihan melihat bosnya murung seperti itu, ia dan kesunyiannya pun memutuskan menghampiriku- yang merenung di sudut pintu penyesalan…

 

otakku mencoba menghiburku, dengan guyonannya, dengan permainan otaknya, dengan keahlihan tipu muslihatnya, berharap terdapat sesuap senyum mungil di sudut bibirku, namun itu tak berdaya tampa asa padaku, sang bos otakku…

 

otak tak kehilangan otaknya, ia pun berlari secepat kilat yang di kejar oleh sang sapujagat, doa pemungkas dari semua doa. ia berlari menuju sisi yang tak jelas, dimana seringnya berganti kulit seiring berputar roda keimananku- sang bos otakku…

 

otakku sampai pada suatu pintu, yang mana pintu tersebut hanya terdapat dalam pikiran, yang mana di dalamnya terdapat sebuah keajaiban dunia yang di sebut “jiwa”, Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa sanskerta yang artinya benih kehidupan, dalam bahasa inggris disebut “soul”. Dalam berbagai agama dan filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang.

 

otakku memberi salam pada jiwaku, ia sowan padanya dengan kithmad, merundukkan otaknya ke jiwaku, merendahkan logikanya pada imajinasiku…

 

jiwaku tersenyum, jiwanya bunga, jiwaku bahagia, jiwanya riang tak terkira mendengar otakku mencelotehkan apa yang ada di dalam otaknya, dalam pikiranku, ..

 

dengan kalem jiwaku berdiri, dengan kedua kaki imajinya, dengan telapak kusamnya ia berjalan keluar pintu yang hanya terdapat pada pikiran, menuju ke luar ke arahku…

 

otakku berlari lagi, berlari layaknua orang yang tak berlari, menuju ruang dimensi kelima, melewati jembatan yang tak terkira tipisnya, setipis iman dan keyakinan yang berbenturan karena goncangan kehidupan…

 

otakku berhenti sejenak, mengeluarkan separuh nafasnya yang berbentuk serpihan otak yang terparut, terparut kegelisahan masalah yang ada, masalah yang seolah inilah batas yang mampu di kerjakan bosnya otakku. aku…

 

otakku memelototi sekelilingnya, yang pasti hanya terdapat kegelapan yang terang, yang jelas hanya terlihat kecerahan yang suram. otakku sepertinya bingung, akan kemana lagi ia harus mencari sahabat lamanya untuk menghiburku??.

 

otakku berjalan gontai dengan keputusasaanya, menelusuri batas kegelisahannya, sampai pada sesaat kemudian, otakku tersentak kagum dengan kedatangan hati nurani yang anggun..Hati nurani merupakan penerapan kesadaran moral yang tumbuh dan berkembang dalam hati manusia dalam situasi konkret. 

 

hati nuraniku bergumam pelan, sehalus benang sutra yang tersulam, sehalus kapas yang baru saja terbang… menggumamkan keprihatinannya pada aku, sang bos hati nuraniku…

 

otakku seperti orang lugu, tak satupun dapat ia mengerti dengan apa yang di katakan oleh hati nuraniku, karena memang otak dan hati, memiliki tingkatan berbeda dalam segala hal, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam beragama…

 

otakku sekali lagi seperti orang yang berwajah tampa dosa, yang hanya bisa mengira dengan sabda yang terus saja mengalir sehalus aliran darah arteri, sehalus wajah putri kumalasari, putri khayalan tingkat tinggi…

 

ia bersama hatiku, mengajaknya ke aku, sang bos mereka yang tetap murung di sudut pintu penyesalan, menyesali penyesalan yang telah aku sesalkan.

 

jiwaku berada di depanku, dengan anggun ia memasang wajah semenarik mungkin, yang bahkan wanita alim pun akan luluh ketika melihat wajahnya, yang bahkan membuat malu para lelaki ketika memandangnya…

 

otakku berada di kedua sisiku, ia si kanan dan si kiri yang terus saja  mempermainkan permainan otaknya, dengan logika serta imajinya, dengan wajah semanis coklat pasta ia memegang pundakku, ah bukan, akan tetapi kedua pundakku, mereka meremasinya, selah takut akan kehilangannya…

 

terakhir hati nuraniku, ia dengan kehangatannya memeluk mesra tubuhku, berharap dinginnya penyesalan berubah menjadi hangatnya aura positive, aura yang bahkan mampu membuat Tuhan Allah tersenyum malu, yang bahkan membuat alam bertakbir kepadaNya, yang bahkan membuat semesta takhluk tak berdaya…

 

mereka semua sangat luarbiasa, otak dengan kegemilangan pikirannya, jiwa dengan keteguhan pendiriannya, serta hati nurani dengan semua auranya telah mampu membuatku- sang bos mereka, berdiri, tersenyum, tertawa, melamun bersyukur karena Tuhan Allah telah mentakdirkanku mempunyai mereka yang luar biasa dalam diriku…

 

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”  

(At Tiin ayat 4)

 

Sedhoyonipun, Matur Nuhun Gusthi Pangeran…

 

just a little boy – cemorosewu

About cemoro sewu

im just a little boy.... "Ini Memang Aku" Aku memang tidak pandai berbahasa arab, apa lagi hafal Al-Qur'an Aku juga bukan anak sholeh yang tanpa kekurangan Tapi apakah kamu menyadari kesempurnaan hanya milik-Nya??? Aku memang berilmu sedikit, Tapi aku berusaha bersungguh sungguh untuk mengamalkan apa yang sudah ku pelajari,. Aku juga bukan orang berilmu, Tapi aku selalu memiliki kemauan untuk menjadi orang berilmu dan mendalami ajaran agama-Nya Aku tidak juga pandai berteori, jago berbahasa, hafal beratus ratus Hadist, Tapi aku slalu berusaha mencari tau mana yang halal dan mana yang haram untuk kuterapkan, mengaplikasikan dalam kehidupanku. Aku juga bukan dari kalangan orang kaya dan bergelimang harta, Tapi aku bersyukur untuk kehidupan kami yang sederhana, bahkan aku tersenyum jika ada yang menyebut kami miskin, karena itu membuktikan dan menjauhkan kami jauh dari fitnah rejeki haram. aku merasa kasihan mendengar celoteh orang orang yang berkata : " buat apa kita beribadah ?? apa kita yakin ibadah kita di terima apa tidak??" seharusnya lebih baik mereka berkata : " kewajiban kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Tuhan,urusan di terima ataupun tidak di terima itu merupakan urusannya Tuhan..." yah memang ini lah aku... yang tak tahu apapun itu...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: