RSS Feed

Himabaya, organisasi yang “seharusnya” lebih dari sekedar organisasi Oleh : Fahmi Syaiful Akbar

Posted on

Gambar

 

Sebenarnya, Apa yang di maksud dengan organisasi? dan sudah tahukah kalian, berjenis kelamin apakah organisasi Himabaya yang selama ini kita ikuti?.

 

Memang harus kita akui bahwasanya telinga kita sudah kenyang mendengar kata organisasi, mulai dari lingkungan sekolah, lingkungan kampus, lingkungan masyarakat,  bahkan sampai mencakup wilayah Negara pun kata organisasi tetap terdengar suaranya. Namun sempatkah sejenak kalian berfikir sebenarnya dari manakah asal usul kata organisasi yang familiar ini?.

Menurut catatan sejarah yang ada, sebenarnya kata organisasi ini berasal dari bahasa Yunani yaitu organon yang artinya alat. Namun seiring berputarnya roda waktu, para ahli pun mulai mendefinisikan organisasi menurut sudut pandang mereka, meski begitu masih sangat terlihat jelas benang merah di setiap kesimpulan yang mereka sampaikan. Para ahli tersebut diantaranya :

  • James D. Mooney

Menurut beliau definisi dari organisasi adalah bentuk suatu perserikatan manusia yang terkoordinasi dan di pimpin oleh seorang pemimpin untuk mencapai tujuan bersama (D, Ratna Wilis. 1996. Teori-Teori Belajar. Hlm. 56.)

  • Stephen P. Robbins

Beliau menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Jadi dari penjabaran di atas, mungkin dapat kita ambil kesimpulan umum bahwasanya organisasi merupakan perkumpulan orang orang yang terorganisir dan menjadikannya sebuah wadah untuk menggali potensi yang ada dalam diri dan untuk merealisasikan tujuan bersama.

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap apa yang menjadi tujuan akhirnya.

Idealnya dalam berorganisasi warga di dalamnya seharusnya dapat berinteraksi dengan baik, secara langsung maupun secara tidak langsung dengan pilar pilar organisasi tersebut, hal ini harus di lakukan karena dengan terciptanya hubungan yang harmonis antara warga dan pilar organisasi ( pengurus inti ) dapat di harapkan tercapainya apa yang seharusnya di lakukan dalam berorganisasi.

Setiap warga di dalam organisasi haruslah memiliki sesuatu yang bernama partisipasi atau yang lebih familiar bernama “militansi” dalam berorganisasi. Karena ketika kita berpartisipasi dalam berorganisasi tampa adanya militansi ( hanya jasmaniahnya saja ) yang kuat di dalamnya, maka beban tanggung jawab yang seharusnya di emban pasti tidak di hiraukan.

Menurut Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi/militansi , sebagai berikut :

a.               Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.

b.               Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.

c.      Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis yang ada dalam organisasi ,antara lain :

a.         Pikiran

b.         Tenaga

c.         Pikiran dan Tenaga

d.        Keahlian

e.         Barang

f.          Uang

Sebenarnya karena berbagai faktor, organisasi itu sendiri terbagi menjadi beberapa jenis kelamin, diantaranya:

  1. Organisasi Politik
  2. Organisasi Sosial
  3. Organisasi Olahraga
  4. Organisasi Mahasiswa
  5. Organisasi Masyarakat
  6. Organisasi Negara

Nah, kita sebagai mahasiswa yang menjadi warga Himabaya, apakah sudah mengetahui berjenis kelamin apakah Organisasi Himabaya yang selama ini kita ikuti? Apakah termasuk organisasi mahasiswa yang sama jenisnya seperti organisasi intra kampus pada umumnya?.

 Menurut tulisan karya panitia steering comitee (SC)  di buku saku PENABAYA tahun 2011 pada bab ke HIMABAYA an, di sana tertulis bahwasanya Himabaya merupakan sebuah  organisasi mahasiswa ekstra kampus, yang mana lebih berjenis kelamin sebagai organisasi kedaerahan. Karena memang berdirinya organisasi Himabaya ini berlatar belakang untuk mengkritisi dan mengenal lebih dalam apa sebenarnya yang sedang terjadi dalam hiruk pikuk warga yang ada di kota Surabaya ini.

Masih di jelaskan dalam buku tersebut, bahwasanya organisasi Himabaya ini bukan hanya sekedar organisasi kedaerahan biasa, karena organisasi ini di dukung oleh susunan AD/ART yang baik, kepengurusan yang bijak, juga memiliki tokoh tokoh pendiri yang luar biasa sehingga mampu membawa Himabaya di usia mudanya ke level pemkot Surabaya.

Tentu setiap organisasi memiliki sebuah sistem yang wajib di lalui, yaitu sistem daur ulang kepemimpinan, tak terkecuali organisasi Himabaya ini yang sudah berganti kepemimpinan sebanyak dua kali. Periode pertama yaitu ketika penyerahan jabatan ketua umum Himabaya dari cak Ghoni ke mas Syaif yang menurut buku tersebut melalui pemilihan yang fair. Selanjutnya periode kedua yaitu penyerahan jabatan ketua umum dari mas Syaif ke mas Ghozali yang mana di angkat secara eklusif.

Hal yang di jabarkan di atas merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi organisasi Himabaya ini, karena memang organisasi Himabaya tergolong cukup muda. Nah karena Himabaya sudah memperkenalkan diri bahwasanya dirinya merupakan organisasi yang berjenis kelamin kedaerahan, pertanyaan selanjutnya yang muncul ialah, apakah organisasi Himabaya sudah dapat di terima oleh masyarakat di sekitarnya?.

Bukankah organisasi kedaerahan yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya?, karena organisasi tersebut “seharusnya” dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

Menurut pengalaman penulis selama mengikuti organisasi ini, penulis belum pernah sekalipun mendapati Himabaya menjalankan agenda kegiatan yang secara nyata terjun langsung ke masyarakat kota Surabaya, campur bawur dengan apa yang sedang di hadapi masyarakat di Surabaya, dan mengkritisi apa saja yang menjadi kebijakan pemerintah kota Surabaya untuk masyarakatnya.

Namun yang kini terlihat jelas oleh mata, ternyata organisasi Himabaya pun lebih condong berjenis kelamin seperti organisasi mahasiswa intra kampus pada umumnya, karena agenda tahunan yang terdaftar tak pernah jauh dari kegiatan kampus. Memang benar hal itu tak bisa kita hindari karena memang Himabaya lahir di kampus IAIN Sunan Ampel, namun setidaknya Himabaya mampu menunjukan kepada khalayak umum bahwasanya inilah organisasi kedaerahan yang lebih dari hanya sekedar organisasi.

Setelah buletin ini terbit dan untuk tahun tahun masa bakti kedepannya, semoga agenda yang di rencanakan oleh organisasi ini lebih memihak ke dalam  latar belakang berdirinya organisasi Himabaya. Menjadi kader organisasi Himabaya yang berkualitas karena terasah di dalamnya, menjadi individu yang memang sesuai dengan visi dan misi organisasi Himabaya.

“Di dalam organisasi kita belajar dan semuanya butuh belajar dalam berproses, belajar dari kesalahan, belajar bermusyawarah, belajar mengutarakan pendapat, belajar memimpin sebuah acara, belajar dari pengalaman, belajar dari tekanan, belajar dari beban tanggung jawab, dan belajar menyelesaikan apa yang seharusnya di selesaikan. Karena pada hakekatnya memang berawal dari belajarah kita akan memahami akan sebuah usaha dan hasil dari kerjasama yang terdapat dalam berorganisasi.”.

About cemoro sewu

im just a little boy.... "Ini Memang Aku" Aku memang tidak pandai berbahasa arab, apa lagi hafal Al-Qur'an Aku juga bukan anak sholeh yang tanpa kekurangan Tapi apakah kamu menyadari kesempurnaan hanya milik-Nya??? Aku memang berilmu sedikit, Tapi aku berusaha bersungguh sungguh untuk mengamalkan apa yang sudah ku pelajari,. Aku juga bukan orang berilmu, Tapi aku selalu memiliki kemauan untuk menjadi orang berilmu dan mendalami ajaran agama-Nya Aku tidak juga pandai berteori, jago berbahasa, hafal beratus ratus Hadist, Tapi aku slalu berusaha mencari tau mana yang halal dan mana yang haram untuk kuterapkan, mengaplikasikan dalam kehidupanku. Aku juga bukan dari kalangan orang kaya dan bergelimang harta, Tapi aku bersyukur untuk kehidupan kami yang sederhana, bahkan aku tersenyum jika ada yang menyebut kami miskin, karena itu membuktikan dan menjauhkan kami jauh dari fitnah rejeki haram. aku merasa kasihan mendengar celoteh orang orang yang berkata : " buat apa kita beribadah ?? apa kita yakin ibadah kita di terima apa tidak??" seharusnya lebih baik mereka berkata : " kewajiban kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Tuhan,urusan di terima ataupun tidak di terima itu merupakan urusannya Tuhan..." yah memang ini lah aku... yang tak tahu apapun itu...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: